Ayah pemuda pembawa sajam akui anaknya depresi

Ayah pemuda pembawa sajam akui anaknya depresi

Ilustrasi aksi penyerangan disertai senjata tajam. (ANTARA)

Dia itu memang depresi. Kalau obatnya habis suka bikin gara-gara
Jakarta (ANTARA) - Ayah dari pemuda berinisial M (38) dan dicokok anggota Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, karena diduga akan menyerang dengan senjata tajam, mengakui anaknya mengalami depresi.

"Dia itu memang depresi. Kalau obatnya habis suka bikin gara-gara, biasanya suka marah-marah di tempat sampah atau mengusir orang, tapi untungnya warga sini sudah tahu," ujar ayah M, MS di kediamannya di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu.

MS mengatakan sang anak mengalami depresi belasan tahun silam setelah sempat alami kecelakaan hingga mengganggu sistem saraf di kepalanya.

Baca juga: Polisi tangkap pemuda bawa badik saat cekcok

M pun sudah sempat dibawa ke panti sosial untuk jalani rehabilitasi dan sedikit pulih. Namun, sejak beberapa tahun terakhir kondisinya kembali kerap depresi.

Kepala Unit Lantas Polsek Cengkareng Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rahmat Suryaman mengatakan, pihaknya menahan M yang membawa pisau dan buku panduan menuntut ilmu saat akan menyerang petugas dalam Operasi Zebra 2019.

Saat akan ditangkap, M sudah menggenggam pisau dapur yang disembunyikan di belakang punggungnya. Kemudian M berhasil dihentikan dan dibawa ke Pos Lantas Cengkareng.

Baca juga: Diduga akan serang polisi, seorang pemuda ditangkap

Ketika penggeledahan, selain menemukan pisau dapur polisi juga berhasil mengamankan barang bawaan M.

Diantaranya buku berjudul "Agar Menuntut Ilmu Lebih Mudah" dan kartu identitas atas nama Muhammad (38) warga Rawa Buaya, Cengkareng serta beberapa kartu di antaranya NPWP, BPJS serta amplop sumbangan.

 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi sita ratusan senjata tajam dari bentrokan di Buton

Komentar