Kapolda Sumsel ajak pemuda "perangi" narkoba

Kapolda Sumsel ajak pemuda "perangi" narkoba

Kepolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli Bahuri bersama Wali Kota Palembang Harnojoyo ajak pemuda katakan tidak narkoba. ANTARA/Yudi Abdullah/am.

Palembang (ANTARA) - Kepolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli Bahuri mengajak seluruh pemuda memerangi peredaran gelap narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya yang akhir-akhir ini karena jumlah korban penyalahgunaan barang terlarang itu terus bertambah.

"Peran pemuda sangat besar dalam memerangi narkoba karena pemuda merupakan kelompok yang sangat rentan menjadi pengguna dan pengedar barang terlarang itu," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli seusai acara pemusnahan narkoba serangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Senin.

Hingga saat ini sudah cukup banyak pemuda menjadi korban penyalahgunaan narkoba, melihat fakta tersebut perlu digalakkan kegiatan pencegahan dan pemberantasan barang terlarang tersebut dengan melibatkan pemuda.

Dengan adanya partisipasi aktif pemuda, diharapkan ke depan korban penyalahgunaan narkoba bisa diminimalkan dan ruang gerak peredarannya semakin sempit.

Dalam upaya penegakan hukum, pihaknya berupaya menindak bandar dan pengedar narkoba dengan sanksi hukum maksimal, bahkan bila perlu jika memenuhi ketentuan Undang Undang No.35 Tahun 2009 tentang narkotika akan dikenakan ancaman hukuman mati.

Penindakan secara tegas perlu dilakukan karena akibat tindakan yang dilakukan seorang bandar dan pengedar narkoba, bisa mengakibatkan puluhan bahkan ratusan orang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, katanya.

Baca juga: BNN Sumsel musnahkan 19,8 kg sabu-sabu

Baca juga: Polri jelaskan pentingnya pemusnahan segera barang bukti narkoba

Baca juga: Bareskrim musnahkan 15 kg sabu-sabu hasil penangkapan di Palembang


Kapolda menjelaskan, narkoba tidak hanya sebagai barang terlarang, tetapi juga dapat merusak mental dan moral generasi muda penerus bangsa serta masyarakat umum karena mengandung zat penghancur syaraf sehingga penggunanya tidak dapat berpikir jernih.

Selain itu, bagi pemuda yang terjerat dalam lingkaran hitam narkoba baik sebagai pemakai maupun pengedar dapat dikenakan sanksi hukum berat yang dapat mengancam terganjalnya mewujudkan masa depan yang cerah,

Dengan dukungan pemuda secara maksimal dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, diharapkan ke depan dapat diminimalkan kasus narkoba dan jumlah korbannya, kata Kapolda.

Baca juga: Presiden ajak bangun Indonesia rayakan Sumpah Pemuda

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polda Sumsel tetapkan 23 tersangka pembakar hutan & lahan

Komentar