Denpasar (ANTARA News) - Tren pesta pernikahan di Bali, baik dari kalangan orang terkenal Indonesia, seperti keluarga Bakrie, maupun selebriti dunia, menyumbang pendapatan sektor pariwisata setempat mencapai nilai miliaran rupiah. Koordinator Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Ngurah Wijaya, kepada ANTARA News di Denpasar, mengakui bahwa besarnya sumbangan pendapatan dari penyelenggaraan pesta perkawinan terhadap berbagai sektor pariwisata setempat belakangan ini. "Satu pesta perwakinan saja bisa mencapai miliaran rupiah, baik untuk biaya hotel maupun berbagai keperluan lainnya. Ini tren yang sangat menunjang pendapatan kepariwisataan kita," katanya. Ia berharap meningkatnya minat menyelenggaraan "wedding party" di Pulau Dewata dapat terus dikelola dengan baik, sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan berbagai sektor pariwisata setempat. Menurut Dewi Aminudin, salah seorang pengusaha pariwisata di Jimbaran, Bali, tren pesta pernikahan tidak saja menguntungkan hotel, restoran dan penyedia jasa transportasi, seperti penyewaan mobil mewah, tetapi juga menggairahkan usaha gaun pengantin, penyedia bunga, hingga dekorasi dan dokumentasi foto maupun video. Untuk memasok kebutuhan aneka macam bunga, tidak hanya dipenuhi dari Bali, tetapi juga mendatangkan dari Malang dan Batu di JAwa Timur (Jatim) atau bahkan harus impor. Sementara itu, Evie Dhiani, pengusaha yang belakangan terlibat penyelenggaraan sejumlah pesta perkawinan selebriti di Bali, menyebutkan untuk pesta perkawinan sepasang selebriti dunia belum lama ini, menyewa sampai 12 unit sedan mewah dan penyelenggaraannya di empat hotel secara bergantian. Seorang disainer dari Amerika Serikat (AS) yang menikah dengan pengusaha asal Hongkong membawa tidak kurang 200 anggota keluarga mereka, bertepatan "angka keramat" tanggal 8 bulan 8 tahun 08. Pestanya berlangsung di empat hotel di kawasan Nusa Dua dan Jimbaran. "Coba saja berapa miliar rupiah dana yang dikeluarkan selama pesta empat hari di empat hotel tersebut. Bahkan satu hotel sampai di-blok, tidak menerima tamu lain," katanya. Secara terpisah, pesta pernikahan salah seorang keluarga Bakrie, juga bertepatan 8 Agustus 2008 di salah satu hotel dengan pelayanan khusus di Jimbaran yang memasang tarif umum 1600 dolar AS per kamar per malam, mengundang sampai 2.000 orang. Bertepatan tanggal 8 Agustus 2008 tersebut, salah satu perusahaan katering di Bali bahkan mendapat pesanan melayani kebutuhan malan bagi 14 pesta pernikahan. "Ini kan luar biasa. Berapa miliar rupiah dana yang mengalir," ujar Evie menambahkan. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2008