Warga perbatasan Kaltara rasakan manfaat dokter terbang

Warga perbatasan Kaltara rasakan manfaat dokter terbang

Tampak Sekprov Kaltara, H Suriansyah meninjau pelayan Dokter Terbang. ANTARA/HO

Selama ini yang bisa mendapatkan pelayanan dengan peralatan modern hanya orang yang mampu saja karena transport ke kota yang mahal dan juga biaya berobat yang mahal
Tanjung Selor (ANTARA) - Warga Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) Kalimantan Utara mengakui manfaat program dokter terbang, karena mendapat pelayanan kesehatan dengan baik.

“Atas nama masyarakat Pujungan dan Ketua Adat, saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan ini," ujar Ketua Adat Desa Pujungan, Udau didampingi Sekretaris Provinsi Kaltara Suriansyah di Malinau, Rabu.

Baca juga: Gubernur: Dokter Terbang jangkau 16.000 jiwa di Kalimantan Utara

Terlebih, tahun ini, para tim medis membawa perbagai peralatan kedokteran (USG dan EKG portable) sehingga mereka lebih yakin dengan hasilnya.

"Selama ini yang bisa mendapatkan pelayanan dengan peralatan modern hanya orang yang mampu saja karena transport ke kota yang mahal dan juga biaya berobat yang mahal," ujarnya.

Baca juga: Kalimantan Utara lanjutkan program dokter terbang

Tapi, imbuh dia sejak kedatangan tim 26-27 Oktober 2019 warga Pujungan dapat menikmati pemeriksaan kesehatan gratis dengan alat kesehatan modern.

Harapan warga ada dokter spesialis di Puskesmas Pujungan.

Sekretaris Provinsi Kaltara Suriansyah mengatakan kegiatan itu bagian dari mewujudkan program "Kaltara Sehat".

Kaltara dengan kondisi geografis cukup luas dihadapkan dengan keterbatasan infrastruktur perhubungan darat sehingga dibuat program Dokter Terbang.

Layanan dokter terbang telah dilaksanakan sejak 2014 dan pada 2019 telah menjangkau 14 daerah DTPK melalui program yang diinisiasi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie itu.

Salah satu daerah yang dilayani adalah Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau.

Salah satu kecamatan di wilayah perbatasan ini dikunjungi oleh tim dokter terbang yang langsung dipimpin Sekprov Kaltara Suriansyah.

Beratnya medan sehingga tim dibagi dua, satu lewat sungai yang butuh dua hari menjangkaunya dari Malinau ke Pujungan.

Tim lain harus lewat udara membawa peralatan medis dan dokter spesialis, yakni spesialis penyakit dalam dr Agung Dwipa dan spesialis kandungan, dr Kurniawan Andi.

Pewarta: Iskandar Zulkarnaen
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar