BPBD pastikan EWS lahar Merapi berfungsi

BPBD pastikan EWS lahar Merapi berfungsi

Sejumlah warga beraktivitas menambang pasir di lereng gunung Merapi, Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww.

kalau hujan kami imbau jangan ada yang berada di aliran sungai,
Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan 20 perangkat peringatan dini (EWS) banjir lahar di  sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi saat ini berfungsi baik.

"Menjelang datangnya musim hujan kami telah melakukan persiapan yang mencakup pengecekan perangkat early warning system (EWS) yang dipasang di sungai yang berhulu di Merapi. Seluruh EWS dalam kondisi baik. Semua ready," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Rabu.

Menurut dia, dalam beberapa waktu ini Gunung Merapi terus memuntahkan material vulkanik dan sudah muncul kubah lava yang terdiri dari material vulkanik sekitar 397.000 meter kubik.

"Ada lebih dari 20 EWS telah terpasang. Lokasinya di sepanjang alur Sungai Gendol, Opak, Krasak, Boyong dan Kuning," katanya.

Ia mengatakan, EWS tersebut dibunyikan saat ada lahar hujan yang berpotensi mengancam permukiman penduduk yang berada di sekitar aliran sungai.

"Saat ini belum ada hujan deras di area puncak. Hanya beberapa kali terjadi gerimis. Oleh karenanya potensi terjadi lahar hujan masih kecil," katanya.

Baca juga: Gunung Merapi alami 6 kali gempa guguran


Makwan mengatakan, jika terjadi lahar hujan, juga tidak akan terlalu membahayakan pemukiman penduduk, karena saat ini kedalaman sungai yang berada di lereng Merapi sangat dalam.

"Seperti di Sungai Gendol itu palungnya dalam karena sudah ditambang. Saat terjadi lahar hujan, material vulkanik yang terbawa air akan mengisi bekas galian tambang terlebih dahulu. Lahar hujan diprediksi tidak akan sampai ke daerah bawah," katanya.

Apalagi material vulkanik yang dilontarkan Merapi tidak sebanyak seperti erupsi 2010.

"Sabo dam juga banyak dan kapasitasnya besar. Jadi potensi membahayakan pemukiman penduduk kecil," katanya.

Makwan tetap mengingatkan agar saat hujan deras tidak ada aktivitas apapun di aliran sungai. Sebab sekecil apapun banjir lahar itu tetap berbahaya.

"Jadi kalau hujan kami imbau jangan ada yang berada di aliran sungai," katanya.


 Baca juga: BMKG: Aktifnya Gunung Merapi kemungkinan terkait gempa tektonik
 

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gunung Merapi luncurkan awan panas setinggi 1.000 meter

Komentar