Ini proyek infrastruktur awal ibukota baru yang akan ditawarkan PUPR

Ini proyek infrastruktur awal ibukota baru yang akan ditawarkan PUPR

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto (kedua dari kanan) dalam diskusi panel di Jakarta, Rabu (6/11/2019). ANTARA/Aji Cakti

Nanti yang akan awal ditawarkan adalah proyek infrastruktur sumber daya air
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR akan menawarkan sejumlah proyek infrastruktur awal di ibu kota negara baru yang terkait sumber daya air, jalan dan jembatan serta perumahan.

"Untuk di PUPR, maka nanti yang akan awal ditawarkan adalah proyek infrastruktur sumber daya air atau water resources terkait dengan kebutuhan air bersih (basic water need), kemudian pengendalian banjir atau flood management, drainase dan infrastruktur energi yang berbasis bendungan atau dam," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto di Jakarta, Rabu.

Eko juga menambahkan proyek-proyek infrastruktur awal lainnya yang ditawarkan adalah jembatan dan jalan, terdiri dari jalan tol dan non tol nasional, fasilitas pejalan kaki, jalur sepeda dan rel kereta api.

Baca juga: Kominfo siapkan infrastruktur "smart city" ibu kota baru

Selain itu perumahan dan hunian turut ditawarkan dalam proyek infrastruktur awal di ibu kota baru.

"Terkait dengan perumahan atau hunian yang kita berharap di tahap pertama ini atau diperkirakan akan ada satu setengah juta orang yang tinggal di sana baik itu ASN, keluarganya dan sistem pendukung," kata Eko.

Dalam paparannya di diskusi panel, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan tersebut menjabarkan bahwa rencana alokasi pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur awal di ibu kota baru tersebut sepenuhnya akan didominasi oleh KPBU sebesar Rp253,4 triliun.

Kemudian pembiayaan dari swasta sebesar Rp123,2 triliun dan sisanya dari APBN sebesar Rp89,4 triliun.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 26 Agustus 2019 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan hasil kajian Pemerintah mengenai lokasi ibu kota baru Republik Indonesia yang baru.

Hasil kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Tapal batas antardaerah ibu kota negara baru ditargetkan rampung 2020
Baca juga: 4.000 data penduduk di daerah calon Ibu Kota Baru diusulkan dibekukan


Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhub ajak swasta investasi pada proyek transportasi umum

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar