KPK tahan Darwin Maspolim tersangka kasus suap restitusi pajak

KPK tahan Darwin Maspolim tersangka kasus suap restitusi pajak

Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim, tersangka kasus suap terkait pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016 usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (13/11/2019). (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

"Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap DM sebagai tersangka. Diperdalam terkait dugaan penyerahan uang pada petugas pajak," ujar Febri.
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim (DM), tersangka kasus suap terkait pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016.

"Hari ini, KPK melakukan penahanan terhadap tersangka DM, pihak dari PT WAE dalam kasus tindak pidana korupsi suap terkait dengan pemeriksaan atas restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu.
Baca juga: KPK panggil tersangka kasus suap terkait restitusi pajak

Penahanan terhadap Darwin dilakukan untuk 20 hari pertama terhitung mulai 13 November sampai 2 Desember 2019, di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.

KPK pada Rabu ini juga memeriksa Darwin dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada kasus suap tersebut.

"Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap DM sebagai tersangka. Diperdalam terkait dugaan penyerahan uang pada petugas pajak," ujar Febri.

Usai diperiksa, Darwin yang telah mengenakan rompi tahanan KPK tidak berkomentar saat ditanya awak media.
Baca juga: KPK tahan mantan pejabat pajak terkait kasus suap

KPK pada Kamis (15/8) telah menetapkan lima tersangka terkait kasus tersebut, yaitu Darwin Maspolim sebagai pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima, yakni mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Ditjen Pajak Yul Dirga (YD), mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hadi Sutrisno (HS), mantan anggota Tim Pemeriksa Pajak PT WAE M Naim Fahmi (MNF), dan mantan Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE Jumari (JU).

Tersangka Darwin diduga memberi suap sebesar Rp1,8 miliar untuk Yul, Hadi, Jumari, dan Naim, agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp2,7 miliar.
Baca juga: KPK panggil lima saksi kasus suap restitusi pajak PT WAE

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis sebagai dealer dan pengelola layanan sales, services, spare part, dan body paint untuk mobil merek Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar