Adu akting bareng Tara Basro, Lutesha: Deg-degan

Adu akting bareng Tara Basro, Lutesha: Deg-degan

Aktris dan model Lutesha Sadhewa saat ditemui usai konferensi pers Viu dan Asian Academy Creative Awards 2019 di Pacific Place, Jakarta, Rabu (13/11/2019). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Aktris dan model Luthesha Sadhewa mengaku sangat deg-degan saat mengetahui dirinya akan beradu peran dengan aktris Tara Basro dalam film original Viu berjudul "Halustik".

"Aku deg-degan banget. Aku inget banget waktu reading hari pertama, pertama kali dapat skrip-nya, padahal cuma baca doang. Tapi, aku kayak terbata-bata gitu. Soalnya, aku enggak tahu siapa-siapa," kata Lutesha di Jakarta, Rabu.

"Aku juga merasa intimidated gitu. Wah, sama Tara Basro yang jam terbangnya lebih tinggi, di-direct Nia Dinata juga, jadi kayak deg-degan banget," lanjut aktris pendatang baru itu.

Baca juga: Ajang FFI penting bagi perfilman Indonesia, kata Tara Basro

Baca juga: Tara Basro ogah sendirian di lokasi syuting "Perempuan Tanah Jahanam"


Namun, wanita yang akrab disapa Lute itu mengatakan bahwa ia sangat mengagumi sosok Tara. Menurut dia, pemeran karakter Maya dalam film "Perempuan Tanah Jahanam" itu sangat profesional di bidangnya.

"Kak Tara ketika lagi syuting, dia deliver dialognya sangat lancar, pronunciation-nya juga sangat bagus," kata Lute.

"Kalau aku, kadang-kadang suka kecepetan, ada yang kurang apa, jadi itu kayak dia (Tara) selalu ngasih masukan buat aku harus gimana," lanjut pemeran tokoh Suci dalam film "Bebas" itu.

Lebih lanjut, Lute mengaku senang bisa ikut terlibat dalam film "Halustik" yang juga turut melebarkan sayapnya di kancah perfilman nasional maupun internasional.

"Bisa dapet kesempatan buat akting sama kak Tara, sama Richard Kyle, dan di-direct sama teh Nia Dinata, buat aku ingin banget bisa terlibat," ujarnya.

Baca juga: Lutesha jadi "vegan" sebulan demi dalami peran

Baca juga: Tara Basro jadi banker di series Viu "Halustik"

Baca juga: Digantung terbalik, pembuluh darah Tara Basro pecah

 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar