Operator Cipali akui baru pasang pembatas jalan 18 kilometer

Operator Cipali akui baru pasang pembatas jalan 18 kilometer

Dokumentasi - Truk bermuatan kabel terguling setelah ditabrak bus di Tol Cipali, Jawa Barat. ANTARA/Khaerul Izan

Cirebon (ANTARA) - Perseroan Terbatas Lintas Marga Sedaya (PT LMS) selaku operator Tol Cipali menyatakan pihaknya baru melakukan pemasangan pembatas jalan sepanjang 18 kilometer di beberapa titik rawan kecelakaan.

"Baru saja kami menyelesaikan pemasangan (pembatas jalan) sepanjang 18 kilometer pada bulan November ini," kata General Manager Operasioanl (GMO) PT LMS Suyitno saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis.

Menurut dia, pembangunan pembatas jalan di ruas Tol Cipali oleh PT LMS itu dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini sepanjang 18 kilometer.

Baca juga: Operator Tol Cipali: 80 persen kecelakaan merupakan "human error"

Baca juga: Kecelakaan di tol Cipali, tujuh orang meninggal dan puluhan luka


Suyitno mengatakan bahwa pada tahun depan ada lagi pemasangan pembatas sepanjang 25 kilometer.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan program itu secara bertahap.

"Karena pembatas juga bukan ketentuan yang wajib, kami pasang secara bertahap," kata Suyitno.

Berdasarkan data disebutkan bahwa 80 persen kecelakaan terjadi di tol merupakan human error atau kelalaian manusia, seperti halnya yang terjadi pada Kamis (14/11) dini hari.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bus tabrak truk dua tewas di Jalan Tol Cipali

Komentar