Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Selandia Baru menyatakan apresiasinya terhadap hubungan RI-Selandia Baru dan peran Indonesia dalam perundingan untuk mewujudkan ASEAN Australia/New Zealand Free Trade Area (AANZFTA). Menurut keterangan resmi dari Departemen Luar Negeri RI di Jakarta, Jumat, hal itu dikemukakan oleh Menteri Perdagangan/Menteri Pertahanan Phil Goff dalam resepsi diplomatik Perayaan ke-63 Kemerdekaan RI di KBRI Wellington pekan ini. Dalam acara yang dihadiri oleh sedikitnya 600 undangan itu, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Selandia Baru Warren Searell selain mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang merayakan HUT RI juga menegaskan kembali posisi strategis Indonesia bagi negaranya. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan negara Muslim terbesar di dunia dan mempunyai peranan sangat penting di kawasan maupun di dunia. Mantan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia Tim Grosser yang sempat berpidato dalam bahasa Indonesia memuji percepatan Indonesia membangun sebuah negara demokrasi yang kuat. Grosser berharap Pemerintah Selandia Baru segera menyadari potensi dan arti pentingnya Indonesia baik bagi negara tersebut maupun untuk kawasan. Sementara itu, dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Amris Hassan menyampaikan garis besar perkembangan hubungan Indonesia-Selandia Baru yang telah terbina selama 50 tahun baik dalam hubungan bilateral maupun dalam lingkup regional dan multilateral. Beberapa kerjasama yang telah terbina antara lain komitmen untuk merampungkan perdagangan bebas dalam kerangka ASEAN, kerjasama dalam berbagai forum seperti APEC, ARF, Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur dan terkait dengan isu internasional seperti Interfaith Dialogue, Alliance of Civilizations dan Global Inter-Media Dialogue. Dubes RI juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus memelihara dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Selandia Baru. Dalam resepsi tersebut, Dubes Amris juga memberikan sertifikat penghargaan Presiden RI kepada para organisasi yang telah berpartisipasi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias yaitu GNS Science, TEAR Fund NZ, Childfund NZ, Save the Children dan Troppodoc. Ia juga menyerahkan buku "Indonesia-New Zealand: 50 Years of Diplomatic Relations" kepada tamu kehormatan yang berisikan kompilasi berbagai kejadian penting selama setengah abad hubungan kedua negara yang diterbitkan oleh KBRI Wellington. Di bidang ekonomi, total perdagangan kedua negara selalu menunjukan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2007, total perdagangan kedua negara mencapai 865 juta dolar AS meningkat 61 persen dari tahun 2006. Pada tahun 2008 (hingga Mei), total perdagangan mencapai 540 juta juta dolar AS.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008