LIPI: Butuh penelitian mendalam atas dampak mikroplastik pada manusia

LIPI: Butuh penelitian mendalam atas dampak mikroplastik pada manusia

Nelayan jala tradisional menangkap ikan di waduk yang tercemar limbah sampah plastik di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (21/9/2019). Menurut berbagai studi dan hasil penelitian, mengonsumsi ikan yang tercemar limbah makroplastik dan mikroplastik buangan aktivitas manusia akan berdampak buruk bagi Kesehatan mulai dari peradangan, kematian sel, kerusakan saluran pencernaan, hingga menyebabkan kanker. ANTARA FOTO/Rahmad/wsj. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Tapi dampak mikroplastik terhadap manusia sendiri masih belum dapat ditegaskan karena sejauh ini belum ada penelitian yang menemukan efek dari keberadaan mikroplastik di dalam biota laut atau tubuh manusia
Jakarta (ANTARA) - Temuan mikroplastik dalam biota laut mengindikasikan tercermarnya perairan di Indonesia, tetapi dampak kepada tubuh manusia sendiri masih perlu penelitian lebih lanjut, menurut peneliti polimer Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Witta Kartika Restu.

"Mikroplastik menurut asalnya memang ada dua jenis, yang memang diproduksi sebagai mikroplastik seperti microbeads pada kosmetik dan yang kedua adalah hasil degradasi dari plastik besar yang mungkin terdegradasi entah karena cahaya matahari atau gelombang laut akhirnya menjadi mikroplastik seperti yang sekarang kami teliti di biota laut," kata Witta ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut dia bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bali Fokus yang meneliti keberadaan mikroplastik di biota laut dan perairan Indonesia, LIPI menemukan kandungan mikroplastik di badan ikan besar.

Tapi dampak mikroplastik terhadap manusia sendiri, katanya, masih belum dapat ditegaskan karena sejauh ini belum ada penelitian yang menemukan efek dari keberadaan mikroplastik di dalam biota laut atau tubuh manusia. Karena itu, dibutuhkan penelitian lebih mendalam terkait hal tersebut.

"Keberadaan mikroplastik itu nyata di hewan laut itu ada, karena memang laut kita yang sudah tercemar tapi untuk tingkat bahaya kami belum menemukan. Jadi sejauh ini masih dikategorikan tidak berbahaya," kata Witta Kartika Restu.

Ia mengemukakan bahwa plastik besar memang berbahaya dengan beberapa hewan laut ditemukan tidak bernyawa karena menelan plastik dalam ukuran besar, tapi untuk mikroplastik sendiri yang indikatornya kurang dari 5 mm masih belum ditemukan dampak langsung terhadap manusia.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Nugroho Dwi Hananto, LIPI sendiri rencananya akan melakukan penelitian kandungan mikroplastik yang mencemari lautan Indonesia sehingga dapat dicarikan alternatif penanganannya.

Penelitian itu rencananya akan dijalankan dengan riset lainnya yang segera dimulai pada 18-25 Desember 2019 di sejumlah titik yaitu Perairan Jawa, Selat Bali hingga ke Selat Makassar.

Baca juga: LIPI segera teliti kandungan mikroplastik di lautan Indonesia

Baca juga: Ecoton sebut udang di tambak Sidoarjo terindikasi mikroplastik

Baca juga: BPOM janji terus pantau walaupun belum ada studi buktikan bahaya mikroplastik

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Plastik paling mendominasi pencemaran laut di Banda Aceh

Komentar