Bisakah soda kue jadi deodoran?

Bisakah soda kue jadi deodoran?

Ilustrasi mengaplikasikan deodoran (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sebagian orang mulai merasa khawatir ketika menggunakan produk berbahan kimia, termasuk deodoran dan parfum karena bersentuhan langsung dengan bagian kulit yang sensitif.

Alasan itu mendorong pencarian zat alami yang belum diproses dan tidak diproses lalu menjadikannya deodoran, seperti soda kue atau natrium bikarbonat.

Namun, apakah salah satu bahan kue itu benar-benar dapat digunakan sebagai deodoran alami?

Baca juga: Empat bahan alami memutihkan kulit ketiak

Seperti dilansir Indian Express, dikutip Jumat, gagasan tentang soda kue yang juga bisa berfungsi sebagai deodoran berasal dari fakta bahan itu dapat menyerap bau. Ketika disimpan dalam kotak terbuka di dalam lemari es, soda kue menghilangkan bau busuk di dalamnya.

Studi US National Library of Medicine National Institute of Health menunjukkan, soda kue memiliki efek anti-mikroba. Artinya, bahan itu bisa saja berpotensi melawan bau badan yang disebabkan bakteri di ketiak.

Hanya saja, tidak banyak penelitian yang membuktikan soda kue bisa digunakan sebagai deodoran.

Baca juga: Begini cara menegur orang bau badan menurut psikolog

Jika Anda ingin mencoba membuatnya di rumah, mulailah dengan mencampur sedikit bubuk soda kue dengan air hangat, hingga menjadi pasta. Oleskan dengan lembut pada ketiak. Biarkan kering sebelum Anda berpakaian.

Namun, Anda perlu melakukan tes tempel terlebih dahulu sehingga Anda dapat menilai apakah ada sensitivitas atau alergi kulit.

Risiko

Walau bisa melawan bau, ada beberapa risiko saat menggunakan soda kue antara lain kulit kemerahan, ruam, gatal, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif.

Kulit yang sehat seharusnya lebih bersifat asam, kehadiran zat alkali dapat mengganggu tingkat keasaman alami kulit. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan soda kue sebagai deodoran.

Baca juga: Pakar sarankan pemakaian deodoran pada malam

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar