IBL

Louvre buktikan sebagai tim Kota Pahlawan terbaik di Solo

Louvre buktikan sebagai tim Kota Pahlawan terbaik di Solo

Para pemain Louvre Surabaya (merah-merah) dan penggawa Pacific Caesar Surabaya (putih-putih) bersiap mengantisipasi bola rebound dalam laga perebutan tempat ketujuh Piala Presiden Bola Basket di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (23/11/2019). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Solo (ANTARA) - Louvre Surabaya membuktikan diri berhak jadi tim Kota Pahlawan terbaik dalam turnamen Piala Presiden Bola Basket seusai mengalahkan Pacific Caesar Surabaya 71-56 untuk laga perebutan tempat ketujuh di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu.

Louvre membukukan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan dalam debut mereka di kompetisi profesional Indonesia.

Baca juga: Jadwal Piala Presiden, aroma revans Hangtuah dan Derby Surabaya

Hasil itu jelas jadi modal positif bagi mereka menyongsong keikutsertaan di Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2020.

Sebaliknya, Pacific melewatkan tiga pertandingan di Solo tanpa memetik satu kemenangan pun.

Sebagai tim baru, Louvre tampil tanpa beban dan bekal akurasi tembakan terbuka 32,4 persen serta 52 rebound cukup mengantarkan mereka mengalahkan Pacific yang tak kunjung mampu mengatasi persoalan akurasi tembakan.

Daniel Wenas kembali menyokong kemenangan Louvre dengan perolehan 15 poin dan tujuh rebound, namun secara mengejutkan kontribusinya disamai pemain debutan yang baru direkrut dari IBL Draft lalu, Dio Tirta Saputra.

Dukungan lain datang dari Leonardo Effendy yang menyumbangkan 11 poin untuk kemenangan Louvre.

Sebaliknya, bagi Pacific Indra Muhammad kembali jadi pilar utama dengan koleksi 20 poin dan delapan rebound, diikuti 13 poin dari Aga Seidarta Wismaya.


Tanpa beban

Selepas lemparan mula, Wenas seolah membuktikan keputusan Erick Erlangga tak keliru membentuk sebuah tim bola basket yang menggunakan dirinya sebagai poros utama.

Wenas mengemas tujuh poin atau hampir separuh raihan total angka kuarter pertama Louvre, yang mengandalkan agresivitas untuk mengungguli Pacific 18-13. Louvre berusaha menjaga keunggulan tersebut, namun akurasi tembakan terbuka mereka menurun pada kuarter kedua.

Baca juga: Louvre gagal ke semifinal tapi sukses beri terapi kejut Satria Muda

Sebaliknya, aspek itu membaik di kubu Pacific dipimpin Aga Seidarta Wismaya yang mencetak delapan dari 21 poin mereka sepanjang periode itu.

Ketika Aga melesakkan tripoin pada sisa waktu 57 detik Pacific unggul 32-28, namun Louvre memaksakan skor imbang 32-32 pada pengujung paruh pertama lewat dua poin dari Wenas yang disusul dua poin lain dari Kevin Moses Poetiray.

Kuarter ketiga diwarnai tujuh kali pergantian keunggulan, namun dua lemparan bebas Wenas pada sisa tiga menit dua detik membawa Louvre menjauh 47-42 sejak itu kepemimpinan selalu mereka pegang. Kuarter ketiga berakhir dengan kedudukan 50-47 untuk keunggulan Louvre.

Aga membuka kuarter keempat dengan tripoin untuk membuat kedudukan imbang 50-50, namun Pacific selalu gagal merebut keunggulan hingga dua lemparan bebas Leonardo Effendy membawa Louvre menjaduh 65-54 pada sisa waktu 1 menit 48 detik.

Dua detik berselang kekuatan Pacific untuk mengejar ketertinggalan kian berkurang lantaran Indra harus meninggalkan lapangan usai terkena foul-out dan seketika Louvre nyaman untuk memastikan kemenangan cukup meyakinkan 71-56 atas sesama tim asal Surabaya itu.

Baca juga: Hasil Piala Presiden Bola Basket hari ketiga, Sritex Arena sarat drama

Baca juga: Abraham Wenas mau perbaiki fokus bersama Hangtuah di semifinal

Baca juga: Kembali bertemu di semifinal, Hangtuah dan Satya Wacana tak gentar

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ASEAN Outlook on Indo-Pacific kuatkan ASEAN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar