Kembali jadi anggota Dewan IMO, Indonesia bawa tiga misi

Kembali jadi anggota Dewan IMO, Indonesia bawa tiga misi

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbincang seusai memberikan keterangan pers terkait kepercayaan internasional kepada BPK sebagai auditor eksternal IMO dan Indonesia sebagai council member IMO di Kantor BPK, Jakarta, Sabtu (30/11/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Kami harap bisa maju lebih cepat dan banyak mengetahui hal-hal yang akan jadi kecenderungan masyarakat kemaritiman
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Indonesia akan membawa tiga misi utama yang akan diusung dan disuarakan setelah berhasil menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) Kategori C untuk periode 2020-2021.

Ketiga hal yang akan disuarakan itu yakni mengenai masalah sampah laut, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta peran wanita dalam sektor maritim.

"Ada tiga hal, pertama berkaitan dengan lingkungan hidup. Kita tahu kita masih punya masalah, justru kita angkat masalah garbage ini, (sampah) plastik," katanya dalam jumpa pers di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: BPK RI resmi terpilih sebagai auditor eksternal IMO periode 2020-2023

Masalah kedua, yakni terkait pengembangan SDM maritim yang akan terus didorong dengan melakukan pelatihan vokasi.

"Ketiga, dan tidak kalah penting adalah soal women maritime karena keterlibatan mereka ini di Indonesia sangat aktif dan belum banyak dibahas selain soal safety dan security. Tiga hal ini unik dan kita punya kepentingan di situ," jelasnya.

Selain memanfaatkan posisi Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C, Budi mengatakan Indonesia juga diuntungkan dengan terpilihnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai auditor eksternal IMO periode 2020-2023.

"Kami harap bisa maju lebih cepat dan banyak mengetahui hal-hal yang akan jadi kecenderungan masyarakat kemaritiman," imbuh Budi.

Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C Periode 2020-2021 dalam sidang IMO Assembly di London, Jumat (29/11).

Ada tiga kategori keanggotaan dalam Dewan IMO di mana anggota Dewan IMO kategori A terdiri dari 10 negara yang mewakili armada pelayaran niaga internasional terbesar dan sebagai penyedia angkutan laut internasional terbesar, yaitu Jepang, Republik Korea, Italia, China, Yunani, Panama, Inggris, Norwegia, Amerika Serikat, dan Rusia.

Dewan IMO kategori B terdiri atas 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam International Seaborne Trade atau perdagangan internasional melalui laut yaitu Australia, Jerman, Prancis, Brazil, Spanyol, India, Kanada, Uni Emirat Arab, Brazil dan Argentina.

Sementara Dewan IMO kategori C di mana Indonesia tergabung, terdiri atas 20 negara, memiliki kepentingan khusus dalam transportasi dan navigasi maritim.

"Kategori C ini juga untuk cerminan wilayah geografis. Jadi bukan hal aneh kalau Indonesia di sana karena kita adalah negara maritim," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam kesempatan yang sama.

Selain Indonesia, dalam Dewan IMO kategori C juga terdapat Singapura, Malta, Malaysia, Cyprus, Bahama, Afrika Selatan, Mexico, Chili, Belgia, Mesir, Peru, Moroko, Denmark, Turki, Thailand, Jamaica, Filipina, Kuwait, dan Kenya.

Baca juga: Dubes: RI jadi anggota Dewan IMO perkuat poros maritim
Baca juga: Indonesia terpilih jadi anggota dewan dan auditor eksternal IMO


 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar