Direlokasi ke tempat aman keluarga terdampak abrasi di Karawang

Direlokasi ke tempat aman keluarga terdampak abrasi di Karawang

Anggota DPR Dedi Mulyadi. (FOTO ANTARA/Istimewa)

Keluarga yang rumahnya terkena abrasi sudah dipindahkan. Mereka kami sewakan rumah selama dua tahun
Karawang, Jabar (ANTARA) - Empat keluarga yang menempati satu rumah di bibir Pantai Cemarajaya, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya di relokasi ke tempat yang lebih aman, Sabtu.

Mereka mengontrak di sebuah rumah yang jauh dari bibir pantai dan biaya kontrakannya selama dua tahun ke depan ditanggung anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

"Keluarga yang rumahnya terkena abrasi sudah dipindahkan. Mereka kami sewakan rumah selama dua tahun," kata Dedi, di Karawang, Sabtu.

Menurut dia, keluarga itu memiliki bayi. Tetapi rumahnya kurang layak huni karena dalam satu rumah itu dihuni empat keluarga. Bagian belakang rumahnya juga sudah hancur tergerus abrasi.

Atas hal itu, ia berinisiatif untuk mencari rumah yang bisa disewa selama dua tahun untuk ditempati keluarga itu.

"Kalau menunggu bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumah baru, itu masih lama. Kasihan, apalagi ada bayi. Ini agar lebih praktis saja sih, langsung kita sewakan rumah," kata Ketua Wakil Komisi IV DPR ini.

Dedi menyebutkan kalau Pemerintah Kabupaten Karawang sudah menyiapkan tanah untuk tempat relokasi kampung pinggir pantai yang terancam musnah akibat abrasi. Sedangkan untuk pembangunan rumahnya harus ditangani pemerintah pusat.

Sementara itu, satu kampung di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, terancam hilang akibat abrasi laut.

Abrasi di daerah itu telah mengikis tanah hampir 200 meter yang sebagian ditempati rumah warga. 

Baca juga: Ratusan keluarga terdampak abrasi pantai Karawang akan direlokasi

Baca juga: Anggota DPR Dedi Mulyadi ajak KKP tangani abrasi pantai Karawang

Baca juga: Pemkab Karawang tak punya anggaran untuk penanganan abrasi

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Desa Sampulungan terancam abrasi parah

Komentar