Keberhasilan di IMO momentum wujudkan RI poros maritim dunia

Keberhasilan di IMO momentum wujudkan RI poros maritim dunia

Ketua BPK Agung Firman Sampurna. (ANTARA/Ade Irma Junida)

Saya berharap dengan kemenangan kita di IMO, pemerintah mungkin akan membuat poros maritim dunia yang kemarin dijadikan slogan itu bisa menjadi sesuatu yang definitif
Jakarta (ANTARA) - Keberhasilan Indonesia menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) kategori C dan auditor eksternal IMO diharapkan menjadi momentum yang tepat untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Saya berharap dengan kemenangan kita di IMO, pemerintah mungkin akan membuat poros maritim dunia yang kemarin dijadikan slogan itu bisa menjadi sesuatu yang definitif," kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna dalam wawancara di Jakarta, Sabtu.

Agung menyatakan momentum ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk bahu membahu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Baca juga: Jadi auditor IMO, BPK harap peningkatan kualitas maritim nasional

Sebagai langkah awal, Agung berharap konsep poros maritim dunia bisa ditetapkan menjadi regulasi yang terukur dan bukan sekadar konsep.

"Perlu dibuat sebuah paket kebijakan yang definitif soal siapa yang terlibat, ukurannya seperti apa, targetnya apa, sehingga bisa kita uji bagaimana akuntabilitas dan kinerjanya ke depan," ungkapnya.

Agung mencontohkan hal tersebut seperti halnya kebijakan reformasi birokrasi yang awalnya hanya semacam konsep yang abu-abu.

Karena konsepnya yang tidak pasti, maka setiap pemangku kepentingan melihatnya sebagai bentuk yang berbeda sehingga membuat program tersendiri.

Baca juga: BPK RI resmi terpilih sebagai auditor eksternal IMO periode 2020-2023

Hingga kemudian pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Taun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Menurut dia, PP tersebut juga mengungkap tentang grand desain reformasi birokrasi lengkap dengan ukuran, target, siapa yang terlibat dan lainnya.

"Poros maritim dunia ini perlu dibuat seperti itu. Perlu dibuat sebuah paket kebijakan yang definitif, siapa yang terlibat, ukuran seperti apa, target berapa. Jadi kita bisa uji bagaimana akuntabilitas dan kinerjanya ke depan," tutur Agung.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terpilih sebagai auditor eksternal International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional untuk periode 2020-2023, mengalahkan dua negara lainnya, yaitu Inggris dan Italia dalam sidang IMO Assembly di London, Inggris, Jumat (29/11).

Indonesia juga kembali terpilih menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) Kategori C untuk periode 2020-2021 dalam sidang yang sama.

Baca juga: Indonesia jadi kandidat "external auditor" IMO

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima anggota BPK terpilih dilantik

Komentar