Sepak Bola Dunia

Megan Rapinoe rebut Ballon d'Or putri

Megan Rapinoe rebut Ballon d'Or putri

Megan Rapinoe dari Amerika Serikat memenangkan Ballon d'Or putri. Rapinoe tidak menghadiri seremoni Ballon d'Or Theatre du Chatelet di Paris, Prancis 2 Desember 2019, sehingga harus menyampaikan pesan jarak jauh dalam video yang sudah direkam sebelumnya. (REUTERS/CHRISTIAN HARTMANN)

Saya tak mempercayai saya orang yang menang di bidang ini
Jakarta (ANTARA) - Megan Rapinoe merebut anugerah Ballon d'Or untuk sektor putri Senin waktu setempat setelah mengantarkan Amerika Serikat memperpanjang gelar juara Piala Dunia keempat kalinya di Prancis tahun ini.

Gelandang putri berusia 34 tahun yang menjadi bintang paling menonjol pada turnamen yang dilangsungkan Juni-Juli itu mengalahkan mengalahkan pesepak bola putri Norwegia Ada Hegerberg yang tidak ambil bagian pada Piala Dunia Putri tahun ini.

Rapinoe tidak hadir pada seremoni itu untuk menerima penghargaan individual paling bergengsi dalam sepak bola itu di Theatre du Chatelet ketika tayangan 'An American In Paris' sedang diputar.

Baca juga: Rapinoe sabet Sepatu Emas dan Bola Emas

"Saya sedih sekali tidak bisa hadir malam ini. Selamat setinggi-tingginya kepada nomine-nomine lain. Saya tak mempercayai saya orang yang menang di bidang ini, sunguh tahun yang menakjubkan," kata Rapinoe dalam pesan rekaman seperti dikutip Reuters.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan satu tim saya dan federasi sepak bola AS."

Baca juga: Megan Rapinoe membuat Donald Trump sakit hati

Pesepak bola Belanda Matthijs de Ligt, pemain kunci di balik sukses Ajax Amsterdam menembus semifinal Liga Champions dan kini di Juventus, memenagkan Trofi Kopa untuk pemain U-21 putra terbaik di dunia setelah memenangkan suara para wartawan internasional.

Alisson Becker, salah seorang dari empat pemain Liverpool yang masuk tujuh besar Ballon d'Or putra, diganjra Trofi Yashin untuk kiper putra terbaik.

Baca juga: AS pertahankan gelar juara dunia usai tundukkan Belanda 2-0
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar