Guru di pelosok Bone dibantu beahidup ACT-MRI

Guru di pelosok Bone dibantu beahidup ACT-MRI

Tenaga pengajar yang berada di pelosok Kabupaten Bone, Sulsel mendapat bantuan beahidup guru dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). (FOTO ANTARA/HO-Humas ACT Sulsel)

Setiap mengajar, guru hanya diberi upah Rp5.000 setiap jam. Jika dihitung secara matematis, gaji guru hanya berkisar Rp160 hingga R480 ribu per bulannya
Makassar (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan menyalurkan bantuannya berupa beahidup khusus kepada tenaga pengajar yang berada di pelosok Kabupaten Bone, Sulsel.

"Bantuan beahidup difokuskan kepada tenaga pengajar dan kali ini kita salurkan di pelosok Kabupaten Bone," kata Koordinator Sukaelawan Andi Suganda Haruna di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan bantuan beahidup diserahkan kepada guru-guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Falah Laburasseng, Desa Laburasseng, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulsel.

Di sekolah Islam ini, ACT dan MRI mengimplementasikan secara perdana dari program Sahabat Guru Indonesia (SGI) yang digagas oleh ACT.

"Ini adalah program perdana dan distribusi perdana juga. Butuh waktu lebih kurang lima jam perjalanan dari Kota Makassar untuk tiba di lokasi ini," katanya.

Andi Suganda menyatakan MTs Nurul Falah sendiri merupakan sekolah yang butuh sentuhan dan perhatian. Puluhan siswa belajar dengan fasilitas yang masih minim bahkan dengan ruang kelas yang jauh dari kata layak.

Sebelum pendistribusian dan penetapan bantuan kepada sekolah penerima, dilakukan dulu penilaian karena bantuan akan diserahkan kepada sekolah dan guru yang paling layak mendapatkannya.

"Di MTs Nurul Falah hanya ada tiga ruang kelas yang disekat dengan papan triplek. Dinding kelasnya pun terbuat dari bahan seng bekas. Di sana sini penuh dengan tanaman yang menambah kesan kumuh sekolah tersebut," katanya.

Dia menjelaskan di sekolah tersebut, ada 10 orang sumber daya manusia (SDM) guru yang menggawangi sekolah yang berdiri sejak 2012 silam.

Semua guru dan pengampu sekolah berstatus honorer kecuali kepala sekolah. Setiap mengajar, guru hanya diberi upah Rp5.000 setiap jam. Jika dihitung secara matematis, gaji guru hanya berkisar Rp160 hingga R480 ribu per bulannya.

Sekolah yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat ini merupakan satu-satunya sekolah setingkat SMP yang lokasinya terdekat dari masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, kami sangat senang dan bahagia dengan program beahidup guru ini, setidaknya menjadi apresiasi kecil bagi guru-guru kami yang terus mengabdi tanpa pamrih," kata Kepala Sekolah MTs Nurul Falah, Arisal.

Program Sahabat Guru Indonesia ini masih akan diupayakan berlangsung secara reguler dan menyapa hingga ke 24 Kota Kabupaten se Sulawesi Selatan.

"Ini adalah bentuk kepedulian kepada sahabat-sahabat guru khususnya mereka yang ada di pelosok yang selama ini jarang tersapa ataupun dilirik dengan bantuan yang semestinya. Penyerahan bantuan beahidup guru untuk 10 orang tenaga honorer di sekolah ini menjadi awal ikhtiar kami di ACT MRI melanjutkan perjuangan para insan pendidikan tersebut," demikian Andi Suganda Haruna.

Baca juga: MRI-ACT berbagi beras untuk santri hingga pelosok Sulsel

Baca juga: ACT bagi makanan untuk tukang becak

Baca juga: MRI-ACT kirim relawan ke bencana banjir Sidrap

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dihantam ombak di Teluk Bone, feri nyaris karam

Komentar