Bapenda Riau siapkan 40 motor untuk program Samsat Tanjak

Bapenda Riau siapkan 40 motor untuk program Samsat Tanjak

Sejumlah pegawai memeriksa kesiapan armada motor Samsat Tanjak di Kantor Badan Pendapatan Daerah Riau, di Kota Pekanbaru, Selasa (3/12/2019). Pemprov Riau akan mulai meluncurkan layanan Samsat Tanjak, singkatan dari Transaksi Antar Jemput Antarkampung, mulai awal tahun 2020 untuk menjemput bola wajib pajak kendaraan bermotor hingga ke permukiman warga. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau menyiapkan 40 unit motor untuk mendukung program Samsat Tanjak.

Puluhan motor tersebut sudah berada di halaman parkir kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau di Pekanbaru, Selasa. Kendaraan roda dua tersebut berwarna-warni, didominasi warga oranye, kuning dan hijau, yang merupakan warga khas melayu Riau.

Kendaraan tersebut juga dilengkapi kotak penyimpanan di bagian belakang dekat jok motor. Kepala Bapenda Riau, Indra Putrayana, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan terobosan terbaru di Riau. Samsat Tanjak merupakan singkatan dari, Samsat Transaksi Antar Jemput Antarkampung.

"Program Samsat Tanjak ini akan mulai diluncurkan pada tahun 2020," ujarnya.

Nama Tanjak juga menjadi ciri khas program dari Riau, karena selama ini nama Tanjak dikenal sebagai penutup kepala tradisional Melayu. Program Samsat Tanjak akan mengkolaborasikan pemangku kebijakan kesamsatan, yakni Bapenda Riau, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, dan Jasa Raharja, untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan.

Program Samsat Tanjak akan dilengkapi dengan fasilitas motor yang dihias warna-warni, sehingga terlihat mata dari jauh. Petugas Samsat Tanjak akan bertugas menghampiri warga ke pusat keramaian hingga perkampungan atau menjemput bola.

Motor Samsat Tanjak akan dibagikan ke unit Samsat di kabupaten dan kota di Riau.

Ia mengatakan inovasi untuk menggenjot sektor pajak daerah sangat dibutuhkan Riau karena tidak bisa lagi mengandalkan dana bagi hasil dari sumber daya alam.

Berdasarkan data Bapenda Riau, pendaptan asli daerah (PAD) dari pajak daerah cenderung naik mencapai 11,64 persen pada 2018 dibandingkan 2017. Dari jumlah tersebut, penyumbang paling besar adalah pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.

Dari lima jenis pajak daerah, pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor mencapai 62,5 persen.


Baca juga: Riau luncurkan Samsat Tanjak untuk "jemput bola" wajib pajak
Baca juga: Pemprov Babel sosialisasikan Samsat Daring Nasional
Baca juga: Realisasi penerimaan PKB Samsat Batang mencapai Rp53,265 miliar

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemutihan pajak kendaraan, kado HUT Jatim ke-74

Komentar