Semen Indonesia anggap penting ekspor ke kawasan regional

Semen Indonesia anggap penting ekspor ke kawasan regional

Pekerja membongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (25/7/2018). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

kami menganggap pasar ekspor sangat penting dan memberi kontribusi signifikan terhadap Semen Indonesia
Semarang (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menganggap makin penting dan strategis kebijakan mengekspor semen ke kawasan regional seiring dengan melesunya pasar domestik pada 2019.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono di Semarang, Kamis, menyatakan sepanjang Januari hingga Oktober 2019, BUMN ini berhasil mengapalkan 3,38 juta ton dari fasilitas produksi di Indonesia.

"Volumen ekspor tersebut naik sekitar 13,4 persen dibanding periode sama tahun lalu," katanya.

Ia menyatakan Semen Indonesia memang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Banglades, India, Sri Lanka, Maladewa, Filipina, dan Timor Leste.

Bahkan pada 2019, Semen Indonesia mampu memperluas jaringan ekspor di kawasan Asia Timur, salah satunya China yang sedang mengalami kekurangan produksi semen.


Baca juga: Antisipasi tekanan pasar domestik, Semen Indonesia optimalkan ekspor
Baca juga: Dikecualikan dari bea masuk, ekspor semen RI ke Filipina terbuka lebar


Semen Indonesia, menurut dia, memiliki fasilitas pelabuhan yang memudahkan untuk mengapalkan bahan bangunan tersebut ke luar negeri.

"Dari Pelabuhan Cilacap, Semen Indonesia bisa mengekspor ke negara-negara di Asia Selatan. Pasar terbesar kita di Asia Selatan adalah India dan Banglades," katanya.

Ia menegaskan di negara-negara Asia Selatan tersebut, Semen Indonesia memiliki kontrak kontinyu dan dalam jangka panjang. Sementara itu, untuk ekspor ke Filipina dan Timor Leste melalui Pelabuhan Makassar.

Dia menambahkan fasilitas pelabuhan yang dimiliki Semen Indonesia memang memberi keuntungan untuk ekspor karena bisa menekan biaya secara signifikan.

"Salah satu biaya terbesar bisnis semen adalah logistik dan pengiriman, tapi fasilitas pelabuhan-pelabuhan yang dimiliki Semen Indonesia bisa memangkas biaya pengiriman," katanya.


Baca juga: Laba bersih Semen Indonesia turun 38 persen

Penjualan semen domestik dari para produsen semen di Indonesia pada periode Januari-Oktober 2019 tercatat 56,1 juta ton atau menurun 1,5 persen dibanding periode sama 2018 yang mencapai 56,97 juta ton.

Selain menghadapi melemahnya permintaan domestik, perusahaan semen saat ini juga harus bertarung sengit dengan kompetitor seiring dengan bertambahnya produksi dan jenama (merek) baru di Indonesia.

Penjualan domestik Semen Indonesia (tidak termasuk produksi PT Solusi Bangunan Indonesia -- dulu Holcim) hingga Oktober 2019 menurun 4,1 persen menjadi 21,54 juta ton.

Volume tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama 2018 sebesar 22,46 juta ton. Penjualan domestik SBI juga turun 2,2 persen menjadi 8,47 juta ton.

"Oleh karena itu, kami menganggap pasar ekspor sangat penting dan memberi kontribusi signifikan terhadap Semen Indonesia," ujar Sigit Wahono. 



Baca juga: Sulawesi Utara ingin ekspansi ekspor semen ke Asia
Baca juga: Semen Padang ekspor perdana ke Australia

 

Pewarta: Achmad Zaenal M
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapal kargo Sunda Kelapa - Pontianak tenggelam di perairan Belitung

Komentar