Wall Street naik tipis ketika tenggat waktu tarif 15 Desember mendekat

Wall Street naik tipis ketika tenggat waktu tarif 15 Desember mendekat

Wall Street (Reuters)

Pasar menjadi sedikit peka terhadap keberpihakan yang sedang terjadi
New York (ANTARA) - Wall Street menguat tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor menunggu berita konkret mengenai kesepakatan perdagangan sementara antara Amerika Serikat dan China sebelum putaran tarif baru yang dijadwalkan akan dimulai pada 15 Desember.

Saham-saham teknologi memimpin ketiga indeks utama sedikit ke posisi hitam, menyusul pernyataan optimis dari Presiden Donald Trump dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahwa negosiasi perdagangan AS-China "di jalur" dan "berjalan dengan baik."

Pasar telah digerogoti dalam beberapa hari terakhir oleh laporan yang saling bertentangan tentang apakah dua ekonomi terbesar dunia akan dapat mencapai kesepakatan "fase satu" sebelum 15 Desember, ketika babak baru tarif impor China diperkirakan akan berlaku.

"Investor sedang mencoba untuk mengkalibrasi," kata Matthew Keator, mintra pengelola di Keator Group, sebuah perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts. "Pasar akan beralih naik dan turun sampai kita melihat apa yang terjadi pada 15 Desember untuk mendapatkan semacam kejelasan dalam hal bagaimana bergerak maju dalam waktu dekat."

Pelaku pasar tampak mengabaikan drama yang sedang berlangsung di Washington saat Dewan Perwakilan AS bersiap untuk menyusun pasal-pasal tentang pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

"Pasar menjadi sedikit peka terhadap keberpihakan yang sedang terjadi," kata Keator, sambil menambahkan bahwa "ketidakpastian bukanlah sesuatu yang dinikmati pasar."

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 28,01 poin atau 0,10 persen, menjadi berakhir di 27.677,79 poin. Indeks S&P 500 bertambah 4,67 poin atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 3.117,43 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 4,03 poin atau 0,05 persen, menjadi 8.570,70 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan positif, dengan sektor material menambahkan 0,66 persen, menjadi peraih keuntungan sektoral teratas. Sementara sektor energi mengalami penurunan persentase terbesar.

Lebih dari separuh dari 30 komponen saham unggulan Dow diperdagangkan di wilayah hijau, dengan Nike dan Apple masing-masing naik 2,21 persen dan 1,47 persen, dua peraih keuntungan teratas.

Nike Inc menguat setelah Goldman Sachs mengangkat peringkat pembuat pakaian dan peralatan olahraga tersebut menjadi "beli" dari "netral."

Saham Kroger Co turun 3,00 persen setelah rantai supermarket gagal memenuhi estimasi pendapatan Wall Street, dirugikan oleh persaingan ketat dari Walmart Inc dan Amazon.com Inc.

Data ekonomi menunjukkan defisit perdagangan AS menyusut, klaim pengangguran menurun dan pesanan pabrik rebound, menunjukkan ekonomi AS masih kuat, meski melambat.

Investor sekarang melihat laporan ketenagakerjaan pada Jumat waktu setempat dari Departemen Tenaga Kerja AS, yang diperkirakan menunjukkan angka penggajian non-pertanian meningkat 180.000 pada November.

Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat mencapai 6,42 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,71 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar