Pilot dan Awak Kabin Garuda diimbau tetap jalankan tugas profesional

Pilot dan Awak Kabin Garuda diimbau tetap jalankan tugas profesional

Ilustrasi - Sejumlah pilot yang tergabung di Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyambut Capt.Djatnika Pilot Boeing 777-300 dalam upacara purnabakti pilot Garuda Indonesia di bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (28/4/2016). ANTARA FOTO/Lucky R./pd/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pilot dan Awak Kabin Garuda diimbau tetap menjalankan tugas secara profesional dan tidak terpengaruh ramainya pemberitaan terkait kasus yang melibatkan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

“Menyikapi ramainya pemberitaan yang beredar saat ini, Asosiasi Pilot Garuda mengimbau kepada seluruh anggota untuk tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan bekerja secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan,” kata Presiden APG Capt Bintang Hardiono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Bintang juga menegaskan pihaknya terus mendukung seluruh langkah-langkah pemerintah dalam menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan komitmen untuk selalu menjunjung tinggi aturan dan taat terhadap aturan.


Baca juga: Kemenhub tindak lanjuti indikasi pelanggaran Garuda Indonesia
Baca juga: Kemenhub jatuhkan denda kepada Garuda Indonesia

 

Hal senada disampaikan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) agar seluruh anggota untuk tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan bekerja secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan sebagai hal yang utama.

“IKAGI sebagai wadah serikat pekerja awak kabin akan mendukung segenap langkah pemerintah dalam menegakkan aturan maupun ketentuan yang berlaku sesuai dengan komitmen kita bersama. Mari kita jaga dan kembangkan produktivitas kerja agar perusahaan yang kita cintai ini semakin maju dan kompetitif dalam persaingan global Serta harmonisasi hubungan Industrial tetap terjaga,” kata Ketua Umum Ikagi Zaenal Muttaqin.

Pernyataan tersebut menyusul keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang akan memberhentikan Direktur Utama Garuda terkait kasus motor Harley dan Sepeda Brompton yang diduga diselundupkan melalui pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo.

Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta per unitnya , sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50juta hingga Rp60juta per unitnya. Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar.


Baca juga: Erick Thohir copot Dirut Garuda, Luhut: sudah sangat tepat
Baca juga: Inaca sayangkan kasus Harley berujung pencopotan Dirut Garuda


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Imlek, belum ada lonjakan penumpang Garuda Indonesia

Komentar