Australia siap hadapi kebakaran lagi terkait prakiraan suhu ekstrem

Australia siap hadapi kebakaran lagi terkait prakiraan suhu ekstrem

Asap dari kobaran api terlihat di sebelah kendaraan pemadam kebakaran saat kebakaran terjadi di Newnes Plateau, New South Wales, Australia, Sabtu (7/12/2019), dalam gambar yang diperoleh dari media sosial pada Minggu (8/12/2019). Gena Dray via REUTERS/foc/djo

Sydney (ANTARA) - Ribuan petugas pemadam kebakaran membentengi garis penahanan pada Senin terkait suhu udara yang diperkirakan akan naik sehingga meningkatkan bahaya gelombang kebakaran baru pada hutan di pantai timur Australia.

Lebih dari 100 api masih menyala di kawasan itu. Pihak berwenang memperingatkan kondisi akan memburuk pada Selasa, yaitu ketika suhu diprediksi mencapai 40 derajat Celcius (104 Fahrenheit).

Berusaha untuk meminimalkan ancaman, petugas pemadam kebakaran dengan aman membakar padang rumput di sekitar rumah untuk membuang bahan bakar, kata Komisaris Dinas Pemadam Kebakaran NSW Shane Fitzsimmons.

"Petugas pemadam kebakaran berusaha memanfaatkan kondisi yang lebih mudah ... dan sebanyak mungkin mencari cara untuk menahan ancaman itu ," kata Fitzsimmons kepada wartawan di Sydney. "Ini adalah pekerjaan yang sangat besar dengan lebih dari 2.000 orang dikerahkan di lapangan."

Baca juga: Perlu waktu berminggu-minggu untuk padamkan kebakaran dengan Sydney

Kebakaran hutan telah menewaskan sedikitnya empat orang, menghancurkan lebih dari 680 rumah dan membakar lebih dari satu juta hektare hutan semak di seluruh Australia timur sejak awal November.

Kebakaran seperti itu biasa terjadi saat musim panas yang kering dan panas di Australia, tetapi keganasan dan kedatangannya yang awal pada musim semi di selatan tahun ini mengejutkan banyak orang. Para ahli mengatakan perubahan iklim telah membuat semak belukar mengering.

Di kota kecil Hawkesbury, sekitar 50 km (31,1 mil) barat laut Sydney, penduduk bergabung dengan petugas pemadam kebakaran untuk menjaga harta benda mereka.

Wali Kota Barry Calvert mengatakan warga berusaha membersihkan dedaunan dari sekitar rumah mereka, dan membuka gerbang untuk memastikan pekerja darurat bisa lewat.

Baca juga: Pesisir timur Australia diamuk kebakaran hutan

Calvert mengatakan banyak penduduk setempat berjuang untuk memindahkan hewan dan ternak di daerah itu, yang terkenal dengan pembiakan kuda pacuan.

"Kami telah membuka ruang bagi orang-orang untuk memindahkan hewan mereka, tetapi banyak orang di sini mungkin memiliki 20 kuda dan hanya dua kotak kuda sehingga mereka tidak dapat memindahkan hewan-hewan itu dengan cepat," kata Calvert kepada Reuters.

Kebakaran hutan telah menyelimuti Sydney - rumah bagi lebih dari lima juta orang - dalam asap dan abu selama lebih dari seminggu, mengubah langit siang hari menjadi oranye, menutupi jarak pandang dan mendorong para pengendara memakai topeng pernapasan.

Kebakaran hutan terburuk di Australia dalam catatan menghancurkan ribuan rumah di Negara Bagian Victoria pada bulan Februari 2009, menewaskan 173 orang dan melukai 414.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kebakaran-hutan baru berkobar di Australia

​​​​​​​Baca juga: Protes global perubahan iklim diawali oleh pelajar Australia
​​​​​​​

Kebakaran Semak Australia Meluas


 

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar