Kementan bantah sapi indukan bantuan pemerintah terkena malnutrisi

Kementan bantah sapi indukan bantuan pemerintah terkena malnutrisi

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian mencatat ada 130 ekor kelahiran dari sapi indukan bantuan pemerintah 2018. ANTARA/HO-Kementerian Pertanian

Tidak benar kalau dikatakan banyak yang mati. Semua dalam kondisi baik. Data kita malah populasi meningkat 5 persen dari populasi awal. Ada kelahiran 130 ekor
Jakarta (ANTARA) - Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) membantah kabar yang mengatakan banyaknya sapi indukan bantuan pemerintah pada 2018 mati karena malnutrisi.

"Tidak benar kalau dikatakan banyak yang mati. Semua dalam kondisi baik. Data kita malah populasi meningkat 5 persen dari populasi awal. Ada kelahiran 130 ekor," kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan Sugiono di Jakarta, Selasa.

Sugiono menyebutkan sapi indukan jenis Brahman Cross bantuan pemerintah sebanyak 2.652 ekor disebar di 15 provinsi pada 2018, dan telah berkembang biak dengan baik. Menurut dia, saat ini populasinya mencapai 2.782 ekor.

Lebih lanjut ia merinci pertumbuhan terjadi di semua provinsi penerima bantuan, kecuali Provinsi Kepulauan Riau.

Provinsi Bengkulu mencatat penambahan jumlah sapi hingga 21 persen dari 95 ekor menjadi 115 ekor; Sumatera Barat meningkat 20 persen dari jumlah awal 110 ekor, dan saat ini di Provinsi Riau sebesar 50 ekor.

Sementara di Provinsi Kepulauan Riau, Sugiono menyampaikan bahwa memang ada pengurangan jumlah sapi indukan bantuan Pemerintah sebanyak 16 ekor dari jumlah awal 150 ekor.

Hal ini terjadi pada Januari-Juni 2019 yang disebabkan oleh kemarau panjang.

"Secara umum di 130 kelompok ternak dan 12 UPTD pada15 provinsi dalam kondisi baik. Memang ada yang 'body condition score' (BCS) rendah, namun itu di bawah 2 persen," kata dia.

Pemerintah pun menjaga dan mengawasi pertumbuhan sapi bibit ini, bahkan tim investigasi diturunkan bila ada kematian. Ditjen PKH bersama dinas setempat juga memanfaatkan limbah pertanian yang ada di wilayah distribusi, penanaman hijauan pakan ternak dan pemberian pakan yang baik pada sapi indukan ini.

"Pembinaan dan pendampingan khusus pemerintah pusat, daerah, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) bekerja sama dengan pihak Australia untuk memastikan kondisi sapi bantuan tetap dalam kondisi baik," kata Sugiono.


Baca juga: Kementan: penambahan sapi indukan impor percepat populasi

Baca juga: Kementan salurkan 1.225 sapi indukan ke peternak

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementan garap 7 komoditas untuk dongkrak ekspor

Komentar