Washington, 16/10 (ANTARA/Xinhua) - Planet-planet muda dan panas boleh jadi lebih mudah ditemukan karena mereka mampu bertahan lebih lama ketimbang yang diperkirakan para astronom, demikian menurut penelitian baru oleh para ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Selama beberapa juta tahun setelah pembentukan awalnya, planet-planet seperti Bumi kemungkinan mempertahankan permukaannya yang panas berupa batu-batuan cair yang akan bersinar cukup terang untuk membuat mereka kelihatan menonjol saat mengorbit bintang-bintang tetangganya. Ilmuwan MIT, Linda Elkins-Tanton mengatakan kancah "lautan magma" untuk planet seukuran Bumi mungkin berlangsung beberapa juta tahun, jauh lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya. "Itu berarti kita mungkin sebenarnya melihat semua itu di tempat lain, saat sistem pendeteksian menjadi lebih baik," katanya, seperti dilapotrkan Xinhua. Temuan tersebut disajikan pekan ini dalam pertemuan tahunan Division for Planetary Sciences, American Astronomical Society. Penelitian itu memperlihatkan bahwa sekalipun setelah permukaan magma mengeras, dalam waktu sekitar 5 juta tahun permukaan itu dapat cukup panas untuk memancarkan sinar infra-merah yang cukup terang selama puluhan juta tahun, sehingga memberi jendela yang cukup lama untuk pendeteksian. Masalah besar bagi para astronom yang berharap dapat mendeteksi planet di sekitar bintang lain ialah perbedaan yang sangat besar dalam kecemerlangan antara bintang dan planet, yang hanya bersinar dengan memantulkan cahaya dari bintang induknya. Namun perbedaan kecemerlangan dalam gelombang panjang infra-merah bagi permukaan planet yang mencair dan bersinar jauh lebih sedikit, sehingga pendeteksian lebih mungkin dilakukan dengan mudah.

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008