PBB: Chile harus tuntut polisi gunakan kekuatan berlebihan

PBB: Chile harus tuntut polisi gunakan kekuatan berlebihan

Seorang pengunjuk rasa melindungi diri dari polisi anti kerusuhan saat memprotes kebijakan pemerintah di Santiago, Chile, Senin (9/12/2019). REUTERS/Andres Martinez Casares/pd/djo (REUTERS/ANDRES MARTINEZ CASARES)

Jenewa (ANTARA) - Aparat kepolisian dan militer Chile yang menggunakan kekuatan tak perlu atau sebaliknya kekuatan berlebihan untuk meredam demonstrasi baru-baru ini, melakukan pelanggaran HAM serius - termasuk pembunuhan dan penganiayaan - yang seharusnya dituntut, menurut PBB pada Jumat.

Baca juga: AS: Ada indikasi 'pengaruh' Rusia dalam kerusuhan Chile

Kantor HAM PBB, melalui laporan menyebutkan pihaknya telah mendokumentasikan "jumlah yang mengkhawatirkan" dari 345 orang yang mengalami "trauma okular" (gangguan penglihatan) setelah dihantam oleh pelet yang ditembakkan dari senapan polisi anti huru hara. Sekitar 1.615 orang masih dalam penahanan pra-sidang dari 28.000 orang yang ditahan sejak pertengahan Oktober.

Baca juga: Chile perpanjang darurat militer pascakerusuhan

"Kami telah menemukan bahwa pengendalian keseluruhan terhadap aksi protes oleh aparat Kepolisian dilakukan secara represif," kata Imma Guerras-Delgado, pemimpin tim misi PBB, kepada konferensi pers di Jenewa.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapal Elcano tiba di Chile dan rayakan 100 tahun penemuan Eropa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar