AS: Ada indikasi 'pengaruh' Rusia dalam kerusuhan Chile

AS: Ada indikasi 'pengaruh' Rusia dalam kerusuhan Chile

Fail Foto: Seorang wanita dengan kruk bersiap melemparkan batu ke arah kendaraan polisi anti kerusuhan saat aksi mogok memprotes sistem pensiun nasional di Santiago, Chile, Jumat (4/11/2016). (REUTERS/Carlos Vera)

Washington (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (31/10) memperingatkan bahwa pihaknya melihat indikasi "pengaruh" Rusia dalam kerusuhan baru-baru ini di Chile, tempat selama dua pekan aksi protes dan kerusuhan mengguncang pemerintahan Presiden Sebastian Pinera.

Pejabat senior Departemen Luar Negeri mengungkapkan terdapat "indikasi jelas" orang-orang tersebut memanfaatkan kerusuhan di Chile - yang dipicu oleh ketidaksetaraan dan melambungnya biaya hidup - dan "membelokkannya melalui penggunaan dan penyalahgunaan media sosial."

"Kami telah melihat adanya indikasi gerak gerik Rusia yang mendukung arah negatif dari perdebatan ini," kata pejabat.

Pejabat Chile tidak langsung mengomentari pernyataan itu. Rusia sebelumnya mengaku pihaknya tidak ikut campur urusan rumah tangga negara lain.

Pernyataan Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump "mengecam upaya asing untuk mengacaukan institusi, demokrasi, atau masyarakat Chile."

Chile terjebak dalam kerusuhan selama dua pekan belakangan, yang membuat Presiden Pinera pada Rabu secara tiba-tiba membatalkan penyelenggaraan KTT APEC dan konferensi perubahan iklim mendatang, untuk "menyelesaikan masalah internal."

Trump, yang diperkirakan akan meresmikan kesepakatan perdagangan dengan mitra China Xi Jinping pada pertemuan APEC di Santiago pada November, mengatakan pada Kamis bahwa dirinya mendukung keputusan Pinera untuk membatalkan dua pertemuan internasional tersebut.

Pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa campur tangan asing tidak hanya memprovokasi kekerasan baru-baru ini, yang menyaksikan sejumlah bus dan bangunan dibakar. Sistem metro Santiago juga ditutup dan banyak layanan lainnya di kota itu yang tidak beroperasi.

Menurut dia, Rusia telah "berupaya memperparah perpecahan, memicu konflik, dan semua bertindak seperti spoiler untuk debat demokrasi yang bertanggung jawab."

Sumber: Reuters

Baca juga: Kerusuhan Melanda Chile

Baca juga: Chile perpanjang darurat militer pascakerusuhan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengantar UMKM NTB ke ajang pameran dagang di Amerika Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar