Konsultan TOD Jepang sebut bakal bangun Japan Town di Cikarang

Konsultan TOD Jepang sebut bakal bangun Japan Town di Cikarang

Kawasan Berorientasi Transit (TOD) Minatomirai yang dibangun oleh Urban Renaissance Agency (UR). (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Yokohama (ANTARA) - Institusi Administratif Independen Jepang yang bertanggung jawab untuk membangun kawasan berorientasi transit (TOD) di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi (MILT) Jepang, Urban Renaissance Agency menyebut bakal membangun Japan Town di Kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

“Ke depannya kami juga akan membangun Japan Town di Jepang, tapi ini masih ide awal,” kata Senior Officer Business Promotion Division International Business Department Urban Renaissance Agency (UR) Yosuke Uenaka dalam paparannya di Yokohama, Sabtu.

Ide membangun Japan Town itu karena di Kawasan Deltamas, terutama di Greenland International Industrial Center (GIIC) banyak berdiri perusahaan Jepang.

Baca juga: Jepang danai KRL Bekasi-Cikarang Rp2,3 triliun

Selain itu, lanjut dia, wilayah tersebut juga telah terbentuk komunitas yang menyatukan warga asli Indonesia dengan Jepang.

Kawasan itu juga sudah dilengkapi fasilitas yang mendukung, yakni restoran Jepang serta apartemen dan kawasan yang bertemakan Jepang seiring dengan bertambahnya pekerja serta eksekutif asal Negeri Sakura.

“Untuk itu, Japan Town dibangun agar warga Jepang dan Indonesia bisa berkolaborasi dan co-exist di dalam kawasan tersebut,” katanya.

Baca juga: Mitsubishi garap lagi apartemen Cikarang antisipasi ekspatriat Jepang

Ditambah, kata Uenaka, sudah ada Sekolah Jepang yang berdiri di kawasan tersebut yang diresmikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii beberapa waktu lalu.

Dalam pembangunannya, UR bekerja sama dengan Sinar Mas Group untuk membangun perumahan di atas lahan 100 hektare di mana saat ini sudah hampir rampung dan sudah ada Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi.

UR baru memulai ekspansi ke luar negeri pada tahun lalu seiring dengan terbitnya Undang-Undang oleh Pemerintah Jepang yang memperbolehkan perusahaan tersebut merambah bisnis di luar Jepang.

“Namun berbeda, di sini (Jepang), status kami sebagai pemain utama, pelaksana, di Indonesia hanya membantu Sinar Mas,” katanya.

Tujuan diterbitkannya UU tersebut, agar kemampuan dan teknologi yang dimiliki Jepang bisa diterapkan di luar negeri, termasuk Indonesia.

“UR memiliki pengalaman, teknologi, juga UR kuat dalam jasa konsultasi, koordinasi dan asistensi,” ujarnya.

Sejak keluar UU tersebut, maka UR mengajukan proposal kepada Sinar Mas serta pemerintah daerah setempat untuk terlibat dalam pembangunan kawasan perumahaan di Kota Deltamas Cikarang.

UR berpengalaman dalam membangun TOD, contoh yang paling terkenal adalah di Minatomirai, Yokohama di mana menyatukan stasiun, mall, serta kawasan wisata dan perumahaan melalui reklamasi.

Reklamasi tersebut menyulap lahan yang awalnya pelabuhan menjadi kawasan integrasi yang tidak menghilangkan sejarah serta asal-muasal tersebut, yakni pelabuhan dan tempat galangan kapal.

Arsitektur khas pelabuhan dan galangan kapal tetap dipertahankan, terlihat dari tembok stasiun yang dipenuhi bata merah serta bekas dermaga yang tidak dihancurkan, alih-alih dijadikan daya tarik dinding restoran.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhub resmikan Stasiun Telaga Murni Cikarang

Komentar