ECL resmi digelar sebagai wadah kembangkan atlet olahraga berkuda

ECL resmi digelar sebagai wadah kembangkan atlet olahraga berkuda

(Dari kiri ke kanan) Menpora Zainudin Amali bersama Ketua KONI Marciano Norman, Ketua PP Pordasi Eddy Saddak, Pendiri ECL Triwatty Marciano, Adinda Yuanita, dan Nadia Marciano dalam pembukaan Equestrian Champions League di Jakarta Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta, Sabtu (14/12/2019). (ANTARA/HO/PP Pordasi)

Jakarta (ANTARA) - Kompetisi ketangkasan berkuda nasional yang bertajuk Equestrian Champions League (ECL) resmi digelar pada Februari 2020 mendatang sebagai ajang untuk meningkatkan serta mengembangkan atlet pada cabang olahraga berkuda.

ECL yang digagas oleh Triwatty Marciano, Adinda Yuanita, dan Nadia Marciano merupakan kompetisi berkuda antarklub di Indonesia yang bertujuan mengembangkan dan mempertahankan industri olahraga ketangkasan berkuda atau equestrian. Salah satu caranya yaitu dengan membangun jalur karier atlet yang berkelanjutan serta membuat sistem database peringkat atlet equestrian nasional.

"Jadi ECL ini liga pertama equestrian yang punya tujuan peningkatan olahraga cabang ini karena olahraga ini butuh latihan rajin untuk bisa berprestasi. Apalagi sebelumnya tak ada kompetisi berkesinambungan dan adanya ECL akan meningkatkan kompetisi dan prestasi," ujar salah satu pendiri ECL Adinda Yuanita dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Claresta Amantha dapat modal berharga sebelum berlaga di Malaysia

Adinda mengatakan bahwa kompetisi cabang olahraga berkuda di Indonesia masih minim, padahal cabang tersebut sudah cukup terkenal di Asia Tenggara bahkan  pada pertandingkan di ajang multieven Asian Games. Dengan adanya ECL ini, Adinda berharap bisa menjadi salah satu uji coba untuk menjaring atlet berkuda serta meningkatkan prestasi cabang olahraga itu ke tingkat internasional.

"Paling tidak kita harus masuk final peringkat ketujuh. Sekarang kita buat road map dan try out dulu, dengan hasil ECL kita bisa punya database real time. Jadi prestasi bisa terpantau melalui database," katanya.

"Ini juga bisa menjadi ajang bagi atlet equestrian untuk ke depannya agar kita bisa menentukan atlet yang akan dikirim ke training camp multiven," ucapnya menambahkan.

Kompetisi berkuda tingkat nasional ini akan mempertandingan tiga kategori lomba meliputi show jumping atau ketangkasan pengendalian berkuda melompati rintangan, dressage atau perpaduan estetika dan pengendalian kuda yang baik, dan eventing atau rangkaian antara dressage, show jumping dan cross country course.

Baca juga: Timnas polo berkuda jalani TC di Filipina jelang SEA Games

ECL 2019 akan diselenggarakan di dua venue yakni Jakarta Equestrian Park Pulomas (JIEPP) dan Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Center, Tangerang

Sementara rangkaian kegiatan ECL akan digelar dalam enam seri termasuk semifinal dan final. Seri 1 akan digelar pada 7-9 Februari 2020, Seri 2 pada 6-8 Maret 2020, Seri 3 pada 17-19 April 2020, dan Seri 4 pada 24-26 Juli 2020.

Selain itu, ada juga Seri 5 yang merupakan semifinal ECL yang akan digelar pada 21-23 Agustus 2020, lalu dilanjutkan dengan final pada 25-27 September 2020.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres JK beri dukungan kepada Atlet Cabor Berkuda

Komentar