Kementerian BUMN akan ubah kepengurusan anak perusahaan Inalum

Kementerian BUMN akan ubah kepengurusan anak perusahaan Inalum

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (kiri) saat menyampaikan keterangan di Jakarta, Jumat (22/11/2019). ANTARA/Aji Cakti/am.

Posisinya nantilah setelah RUPS, pokoknya ada perubahan-perubahan terkait kepengurusan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian BUMN berencana untuk melakukan perubahan-perubahan terkait kepengurusan terhadap beberapa anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

"Ke depan akan ada perubahan-perubahan komposisinya di perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan anak-anak perusahaan Inalum," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa.

Terkait posisi apa yang akan diubah, Arya meminta untuk menunggu setelah Rapat Umum Pemegang Saham anak-anak perusahaan Inalum.

"Posisinya nantilah setelah RUPS, pokoknya ada perubahan-perubahan terkait kepengurusan," katanya.

Baca juga: Orias Petrus Moedak resmi jadi Dirut Inalum, gantikan Budi G Sadikin

Kementerian BUMN mengungkapkan alasan rencana perubahan terhadap kepengurusan anak-anak usaha Inalum tersebut adalah penyegaran.

Namun, Staf Khusus Kementerian BUMN tersebut menyampaikan bahwa tidak semua anak usaha Inalum yang terkena perubahan tersebut.

Rencana perubahan kepengurusan tersebut kemungkinan akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal Januari 2020.

"Kalau tidak sempat akhir tahun ini, maka akan dilakukan pada awal Januari," kata Arya.

Baca juga: Kementerian BUMN akan tuntaskan perubahan pengurus Pertamina - Inalum

Sebelumnya Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS Inalum mengesahkan Orias Petrus Moedak sebagai Direktur Utama (Dirut) baru menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN I pada Kabinet Indonesia Maju.

Pemerintah membentuk Holding Industri Pertambangan secara resmi pada 27 November 2017, dengan PT Inalum atau MIND ID sebagai induk holding yang ditandai penandatanganan pengalihan saham pemerintah di PT Freeport Indonesia kepada Inalum.

Sedangkan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk serta PT Freeport Indonesia sebagai anggota holding.

Tanggal 29 November 2017, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, resmi mengumumkan pengalihan saham Pemerintah ke dalam modal saham.

Baca juga: Pertamina--Inalum bangun pabrik bahan baku alumunium
Baca juga: PT Inalum bangun pabrik pemurnian alumina di Kalimantan Barat


Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian BUMN sebut ada 133 juta pekerjaan baru pada 2022 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar