Beijing (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Perdana Menteri (PM) Denmark Anders Fogh Rasmussen dan PM Polandia, Donald Tusk mengadakan konferensi jarak jauh (teleconference) dengan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon. Konferensi jarak jauh yang tertutup dari liputan media itu diselenggarakan di Hotel Hyatt, Beijing, Jumat, pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 08.30 WIB. Di dalam ruangan, disediakan layar lebar untuk konferensi video dengan posisi tempat duduk Presiden Yudhoyono di tengah, diapit oleh PM Rasmussen dan PM Tusk. Topik yang akan dibahas oleh Presiden Yudhoyono bersama dengan dua kepala pemerintahan negara Eropa itu adalah tentang perubahan iklim. Indonesia adalah tuan rumah United Nations Convention on Climate Change (UNCCC) di Bali pada Desember 2007, kemudian Polandia tahun 2008, serta Denmark akan menjadi tuan rumah UNCCC pada 2009. Sebelumnya, pada September 2008 Presiden Yudhoyono sudah menggelar konferensi jarak jauh dengan PM Denmark, PM Polandia dan Sekjen PBB di Istana Negara, Jakarta. Mereka membahas tindak lanjut "Peta Jalan Bali" yang dihasilkan dari UNCCC 2007 di Indonesia. Sebelum mengadakan teleconference dengan Sekjen PBB di Hotel Hyatt Beijing, Presiden Yudhoyono pada pukul 07.00 waktu setempat menghadiri sarapan kepala negara dan kepala pemerintahan ASEAN plus 3 yang meliputi China, Jepang, dan Korea Selatan di Balai Rakyat Agung. Para kepala negara dan kepala pemerintahan tersebut membicarakan tindak lanjut Chiang Mai Initiative untuk menyiapkan dana cadangan krisis bagi negara-negara anggota yang kesulitan likuiditas akibat krisis keuangan global. Usai konferensi jarak jauh dengan Sekjen PBB, Presiden Yudhoyono kembali ke hotel rombongan delegasi Indonesia menginap, Hotel Peninsula, untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan pengusaha infrastruktur China. Pada pukul 11.00 waktu setempat, kepala negara akan menggelar pertemuan bilateral dengan PM Thailand Somchai Wongsawat di tempat yang sama. Presiden lalu akan melaksanakan shalat Jumat di Hotel Peninsula dengan Meneg BUMN Sofyan Djalil bertindak sebagai imam dan khatib. Pada pukul 15.00 waktu setempat, Presiden Yudhoyono beserta rombongan menteri pendamping yaitu Menko Polhukam Widodo AS, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, menghadiri pembukaan pertemuan Asia Eropa (ASEM) ke-7 di Great Hall of the people, Beijing. Pada pukul 19.00 waktu setempat, Presiden Yudhoyono akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, di Jilin Hall, Great Hall of the people. Satu jam kemudian, Presiden akan menghadiri jamuan makan malam para kepala negara anggota ASEM.(*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008