Bank DKI kembangkan program keuangan berkelanjutan

Bank DKI kembangkan program keuangan berkelanjutan

Puluhan orang melakukan penanaman pohon bakau di Kawasan Ekowisata Mangrove. Bank DKI Jakarta dengan dana tanggung jawab sosialnya menanam 5000 pohon bakau di Kawasan Ekowisata Mangrove, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (20/12/2019). ANTARA/Fauzi Lamboka/am.

Jakarta (ANTARA) - Bank Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta atau Bank DKI memulai pengembangan program keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

"Ke depannya untuk dana tanggung jawab sosial khususnya lingkungan akan kita hitung sampai kepada pengurangan emisi karbon," kata Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Babay Parid Wazdi usai acara penanaman 5.000 pohon mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat.

Babay mengatakan walaupun penanaman mangrove itu bukan pertama kali, tetapi pihaknya menyebut sebagai peluncuran awal. Penanaman itu menjadi proyek awal untuk perhitungan pengurangan emisi karbon.

Baca juga: Lima bank gabung ke Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia
Baca juga: Praktik jasa keuangan Singapura pengaruhi pembangunan Indonesia


"Tidak hanya selesai disini dengan menanam lima ribu, nanti kita akan kontrol selama berapa tahun, hingga penguruangan emisi karbon kita akan hitung dan itu ada ilmunya," kata Babay.

Keuangan berkelanjutan di Indonesia diartikan sebagai dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Menurut Babay, sebagian besar perusahaan yang memberikan dana tanggung jawab sosial khususnya lingkungan hanya sebatas menanam saja, namun tidak sampai penghitungan pengurangan emisi karbon hingga perhitungan keuangan berkelanjutan.

Baca juga: WWF ikut dorong praktik berkelanjutan jasa keuangan di Singapura
Baca juga: Menkeu: keuangan syariah wujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan


"Ke depannya ilmu keuangan akan berkembang ke arah keuangan berkelanjutan. Orang-orang perbankan akan disertifikasi tentang keuangan berkelanjutan," jelas Babay.

Sementara itu Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama semua pihak.

"Biaya memperbaiki kerusakan lingkungan itu cukup besar, bukan hanya lingkungannya, tetapi masyarakat yang terdampak," kata Ali.

Ali berharap efek dari contoh yang diberikan bank DKI bisa mengubah budaya masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Tidak hanya menanam mangrove, tetapi ikut menanam pohon dilingkungan mereka.

Baca juga: KLHK dan OJK luncurkan "Arah Jalan Keuangan Berkelanjutan"
Baca juga: Menkeu: pembenahan transaksi berjalan bertahap dan berkelanjutan

Pewarta: Fauzi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Undian Nasional Simpeda dengan hadiah hingga Rp6 miliar digelar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar