Humaniora kemarin, dari puting beliung hingga kesetiakawanan sosial

Humaniora kemarin, dari puting beliung hingga kesetiakawanan sosial

Fenomena Water Sprout terjadi di Situ Patenggang, Kabupaten Bandung, Jumat (20/12/2019). ANTARA/HO-Aspri

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora yang menjadi perhatian publik pada Jumat (20/12), cukup beragam. Dari puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial yang dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin hingga sejumlah bencana dan peristiwa alam terkait hidrometeorologi di beberapa daerah di Indonesia.

Soal ular-ular kobra yang dalam sepekan terakhir ramai diberitakan juga masih cukup banyak menjadi pilihan pembaca. Termasuk juga antusiasme masyarakat di daerah dengan fenomena keantariksaan gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 26 Desember mendatang yang hanya bisa disaksikan di sejumlah daerah saja di Indonesia.

Berikut berita-berita humaniora yang kemarin menyita perhatian publik:
 

Wapres: Kesetiakawanan sosial berperan mengikis sikap intoleran

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan kesetiakawanan sosial berperan sangat penting untuk mengikis sikap intoleran yang belakangan semakin marak di masyarakat.

"Dengan memahami arti kesetiakawanan sosial dalam diri setiap manusia Indonesia hingga dapat menjadi manusia Indonesia yang menghargai perbedaan,” ujar Wapres.

Simak pernyataan Wapres selengkapnya di sini.

 

BMKG Banjarnegara ajak warga amati gerhana matahari cincin

Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) mengajak seluruh warga di wilayah setempat untuk mengamati fenomena gerhana matahari cincin pada Kamis (26/12).

Bagaimana ajakan Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara)? Baca selengkapnya di sini.

 

Angin puting beliung terjadi di Situ Patenggang Kabupaten Bandung

Pusaran angin puting beliung terjadi di tengah permukaan air Situ Patenggang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung sekira pukul 11.30 WIB, Jumat.

Mengapa bisa terjadi? Simak penjelasan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Tony Agus Wijaya di sini.

 

Banjir dan longsor terjang lima kecamatan di Agam-Sumbar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan lima kecamatan di daerah itu diterjang banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi pada Kamis (19/12) malam.

Apa yang terjadi? Penjelesasan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam Syafrizal dapat dibaca di sini.

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar