Korban terseret ombak di Pohuwato akhirnya ditemukan meninggal

Korban terseret ombak di Pohuwato akhirnya ditemukan meninggal

Gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini, Gorontalo. ANTARA/Debby H. Mano

Gorontalo (ANTARA) - Korban, Fandri Sawal (16) yang terseret ombak di Pantai Buaya Desa Tanjung Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Pohuwato akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Gorontalo Djefry Mewo mengatakan korban ditemukan oleh tim gabungan pada Senin malam (13/1).

"Kami antarkan korban dengan mobil ambulan untuk diserahkan kepada keluarga korban di Desa Palato Kecamatan Mananggu," katanya.

Baca juga: BPBD Gorontalo: Lima warga selamat dari terjangan gelombang tinggi
Baca juga: Tiga anak Aceh Jaya terseret ombak, satu hilang
Baca juga: Ombak besar pantai Jembrana tewaskan seorang anak


Pihaknya melakukan pencarian bersama Polair, Polsek Mananggu, BPBD, Polres Boalemo, TNI AD, SMK Pelayaran, KKP dan Taruna Siaga Bencana.

Sebelumnya, korban terseret ombak dengan ketinggian 1-1,5 meter saat sedang mandi di laut bersama teman-temannya pada Minggu (12/1).

Beberapa orang sempat berupaya membantu korban, namun gagal karena kondisi gelombang tinggi di lokasi yang dikenal dengan Pantai Buaya itu.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Sumarwoto mengimbau warga untuk tidak beraktivitas sementara waktu di perairan, karena cuaca ekstrem yang ditandai gelombang tinggi.

Ia berharap warga mengecek perkembangan kondisi perairan maupun prediksi cuaca di BMKG melalui akun-akun yang tersedia.

Baca juga: Empat wisatawan hilang terseret gelombang di pantai Kebumen
Baca juga: Dua wisatawan terseret gelombang pantai Teluk Penyu


 

Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Gorontalo hanya bisa berbicara dengan istri Wiranto

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar