Wagub Sulteng buka pasar murah guna tekan inflansi

Wagub Sulteng buka pasar murah guna  tekan inflansi

Wagub Sulteng, Rusli Dg Pallabi (kedua dari kanan)membuka pasar murah dalam rangka hari raya Imlekberlangsung di Palu, Selasa. (Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Dg Pallabi mengatakan pasar murah selain untuk membantu masyarakat juga merupakan salah satu upaya pemerintah menekan inflansi dan gejolak harga di pasaran menjelang hari-hari besar keagamaan di daerah itu.

"Masyarakat harus manfaatkan kegiatan tersebut, sebab harga barang/bahan kebutuhan pokok dan lainnya yang dijual di pasar murah jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran umum," kata Wagub Rusli ketika membuka pasar murah dalam rangka mengahadapi hari raya Imlek di Palu, Selasa.

Wagub mengimbau warga yang ada di sekitar lokasi pasar murah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, karena kegiatan ini hanya berlangsung dua hari saja.

Semua bahan/kebutuhan masyarakat tersedia di pasar murah. Termasuk penjualan gas elpiji subsidi 3kg/tabung dijual pihak PT Pertamina sebesar Rp16.000.

Selain elpiji, juga berbagai kebutuhan seperti beras, daging, ikan beku,minyak goreng, susu manis, mantega,tepung terigu, telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir dan lainnya.

Harga yang berlaku di pasar murah adalah harga penjualan distributor. Artinya standar harga distributor. Kalau sudah dijual pengecer tentu akan lebih tinggi lagi.

Pemerintah, kata Wagub Rusli, rutin menggelar pasar murah guna meringankan beban masyarakat, setiap menghadapi hari-hari besar keagamaan.

Apalagi, pasca bencana alam gempabumi 7,4 SR yang disusul dengan tsunami dan likuefaksi di beberapa tempat di tiga daerah yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi pada 28 September 2018 lalu, ekonomi masyarakat mengalami keterpurukan, tetapi setahun terakhir ini mulai kembali bangkit.

Karena itu, kegiatan ini sangat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Richard Armando Djanggola mengatakan kegiatan tersebut didukung lebih 20 distributor dan juga beberapa BUMN dan instansi pemerintah di daerah itu.

Ia mengatakan kegiatan dimaksud semata-mata untuk membantu masyarakat berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif lebih murah. Karena, harga yang berlaku di pasar murah benar-benar murah.

Ia mencontohkan, gula pasir dijual distributor di pasar murah hanya Rp11.000/kg. Di pasaran umum, harga gula pasir ada yang menjualnya dengan harga Rp14.000/kg.
Harga itu tentu sudah jauh diatas harga eceran pemerinrah (HET) ditetapkan untuk komoditi gula pasir sebesar Rp12.500/kg.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk dapat memanfaatkan kesempatan tersebut karena waktu pelaksanaanya terbatas hanya dua hari dari 21-22 Januari 2020.***1***
(T.BK03/)

Pewarta: Anas Masa
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bakti sosial Kodim 1308 Luwuk Banggai pasca banjir rob

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar