Gubernur Sulsel: Belajar supaya lulus CPNS

Gubernur Sulsel: Belajar supaya lulus CPNS

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah di Makassar, Sabtu (25/01/2020). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah/pri.

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah mengimbau seluruh peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil untuk betul-betul belajar menjelang ujian CPNS 2020 yang rencananya digelar di sejumlah daerah di provinsi itu.

"Makanya belajar supaya lulus, jangan hanya sekedar ikut," kata Nurdin di Makassar, Sabtu.

Nurdin mengemukakan, setiap orang khususnya generasi di Sulsel harus memastikan rencana apa yang akan dilakukan ke depannya, termasuk saat hendak mendaftar sebagai CPNS.

"Jadi kalau mau ikut, pastikan bahwa saya bisa dan saya akan ikut. Jangan tebak-tebakan, lulus, tidak lulus. Jangan dong!," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional IV telah mengeluarkan jadwal seleksi CPNS menggunakan Computer Asissted Tes (CAT) pada 20 Januari 2020. Ujian CAT di Sulsel dimulai pada 27 Januari hingga 28 Februari.

Baca juga: Kemenpan RB umumkan 33 lokasi SKD CPNS
Baca juga: Komisi II: lanjutkan seleksi CPNS formasi khusus tenaga honorer


Selain perekrutan di tingkat provinsi Sulawesi Selatan, beberapa kabupaten/kota juga menyiapkan kuota CPNS tahun ini, yakni Kabupaten Gowa, Pinrang, Enrekang,Tana Toraja, Pangkajene dan Kepulauan, Kepulauan Selayar, Kota Parepare, Luwu Timur, Jeneponto, Sinjai, Bantaeng, Luwu Utara, Kabupaten Wajo, Bulukumba, Maros, Kabupaten Soppeng, Kota Makassar, Barru, Bone, Sidenreng Rappang, Palopo dan Kabupaten Luwu.

Menurut Nurdin, soal PNS itu merupakan kemampuan negara, oleh karena itu perekrutannya disesuaikan dengan kuota yang dibutuhkan. "Jadi jangan kita juga memaksakan," katanya.

Selama ini, lanjut Nurdin, yang biasa didengung-dengungkan ialah non PNS tetapi tunjangannya sama.

"Kalau bisa kita ini jangan lagi berfikir mau jadi PNS, berapa sih gajinya, petani jauh lebih banyak gajinya kok. Tetapi menjadi petani yang profesional," katanya.
 

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenang penjajahan bukan untuk balas dendam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar