Jakarta (ANTARA News) - Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis bergerak fluktuatif sehingga bergerak dalam kisaran sempit dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tipis.

IHSG BEI ditutup naik 0,799 poin (0,06 persen) menjadi 1.316,694, sedangkan indeks LQ-45 menguat 0,682 poin (0,26 persen) ke posisi 262,963.

"Pasar sudah jenuh beli setelah sebelumnya mengalami kenaikan cukup tinggi, tapi sentimen dari dalam negeri, yakni rupiah yang menguat telah mengangkat indeks BEI," kata Analis Riset PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah kepada ANTARA di Jakarta.

Menurut Alfian, pergerakan harga saham yang fluktuatif berlangsung karena pengaruh situasi di bursa regional yang ditutup bervariasi.

Bursa Hongkong dengan indeks Hang Seng menguat 36,160 poin menjadi 15.613,9 dan indeks Nikkei 225 bursa Tokyo naik 60,310 poin ke posisi 8.7208,55, sedangkan indeks Straits Times Singapura melemah 27,540 poin menjadi 1.794,16.

Beberapa saham unggulan tertekan aksi jual antara lain Telkom yang melemah 300 menjadi Rp6.600, Tambang Batubara Bukit Asam terkoreksi Rp50 ke posisi Rp7.500, Timah turun Rp90 ke level Rp1.100, INCO terkikis Rp55 menjadi Rp2.025 dan Indofood Sukses Makmur turun Rp30 ke harga Rp950.

Sementara saham-saham yang menyokong indeks mampu naik tipis adalah Bumi Resources yang naik Rp70 ke Rp1.000, Astra Internasional naik Rp250 ke posisi Rp10.650, United Tractors naik Rp450 menjadi Rp4.850, Bank Mandiri menguat Rp70 ke Rp2.100, dan Bank BRI naik Rp25 menjadi Rp4.075.

Hingga perdagangan ditutup, 56 saham menguat, 68 melemah, dan 87 saham harganya tidak berubah.

Perdagangan menjelang akhir tahun ramai dengan nilai transaksi Rp3,234 triliun.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008