Alasan jangan buru-buru menyikat gigi usai makan

Alasan jangan buru-buru menyikat gigi usai makan

Ilustrasi sikat dan pasta gigi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Membersihkan gigi dan gusi usai makan, salah satunya dengan menyikat gigi memang dianjurkan para ahli kesehatan. Namun hal itu tak berarti langsung Anda terapkan, karena berisiko buruk untuk email gigi Anda.

"Makanan bisa mengandung asam. Ketika mulut (asam) kalau langsung sikat gigi email gigi bisa hancur, meskipun email bagian keras," tutur pakar kesehatan gigi dan mulut drg. Ratu Mirah Afifah dalam acara Peluncuran Pepsodent Siwak di Jakarta, Jumat.

Sebaiknya tunggu selama 30 menit sebelum Anda menyikat gigi. Kalau Anda merasa kondisi mulut tak nyaman usai makan, berkumur atau mengunyah permen karet bebas gula bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Kesalahan yang sering orang lakukan saat menyikat gigi

Baca juga: Sikat gigi pintar ini dijual seharga Rp1,7 juta


Laman Healthline menyebut, durasi sikat gigi yang disarankan sekitar dua menit dan dilakukan setidaknya tiga kali sehari atau usai makan.

Tetapi ingatlah jangan menyikat terlalu kuat atau terlalu dini apalagi usai mengonsumsi makanan atau minuman yang sifatnya asam.

Sebelumnya, membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi juga bisa Anda lakukan untuk menghilangkan partikel makanan dan plak yang tidak bisa dijangkau dengan sikat gigi.

Mirah menyarankan, tak hanya gigi, sebaiknya juga bersihkan bagian gusi dan lidah Anda untuk menghindari sisa makanan tersisa di mulut dan berujung masalah seperti munculnya karang gigi dan bau mulut.

Baca juga: Berapa banyak pasta gigi yang harus digunakan?

Baca juga: Cinta Laura belanja online sikat gigi hingga perlengkapan olahraga

Baca juga: Menggosok gigi kini bisa dalam hitungan detik

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar