ACT salurkan biaya hidup guru prasejahtera di Sampang

ACT salurkan biaya hidup guru prasejahtera di Sampang

Aktivitas guru prasejahtera di Sampang, Jatim. (Antarajatim/ACT Jatim/IS)

Surabaya (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Global Zakat melalui program Sahabat Guru Indonesia membantu guru prasejahtera di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di Sampang, Jawa Timur.

Dipo Hadi, Kepala Program Global Zakat-ACT Jawa Timur, Jumat menyatakan perjuangan guru prasejahtera di Jawa Timur harus diapresiasi.

"Melalui program Sahabat Guru Indonesia, kami menyalurkan biaya hidup untuk guru prasejahtera dengan harapan bisa optimal dalam mendidik muridnya karena kebutuhan hidupnya sudah tercukupi," ujar Dipo.

Ia mengemukakan, seperti yang ada di Sampang, Jatim, salah satu guru Arie Kristanti harus menempuh jarak 36 kilometer setiap harinya untuk melaksanakan tugasnya mencerdaskan anak-anak bangsa.

"Pendidikan menjadi kunci pengembangan sumber daya manusia yang unggul," katanya.

Baca juga: ACT Jatim bantu guru prasejahtera di Bojonegoro dan Jombang

Baca juga: Guru mengaji sambil jadi pedagang asongan butuh bantuan

Baca juga: Guru honorer di Gunung Kidul diberi santunan ACT via Program SGI


Ia mengemukakan, saat ini di beberapa daerah pendidikan masih belum mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat.

"Beberapa guru masih harus hidup dengan kondisi prasejahtera," katanya.

Arie Kristanti belum memiliki kendaraan sendiri dan harus berjuang berangkat ke sekolah naik angkutan umum, dengan dua kali ganti angkutan.

"Perjuangannya tak cukup di situ saja, penghasilan yang didapatkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Itu pun diterima setiap tiga bulan sekali," katanya.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, suami Arie bekerja sebagai pedagang makanan ringan di sekolah-sekolah.

"Sebelum berangkat ke sekolah, Ari bertugas menyiapkan dagangan suaminya terlebih dahulu," katanya melalui keterangan tertulis.

Sampai saat ini, kata dia, keluarga Bu Arie belum memiliki tempat tinggal tetap sehingga harus mengontrak.

"Dengan tanggungan dua orang anak yang masih bersekolah tentu ini menjadi beban yang tidak ringan bagi Ani dan keluarga," katanya.

Arie Kristanti, penerima manfaat program Sahabat Guru Indonesia menyatakan kebahagiaannya.

"Terima kasih ACT, telah turut serta membantu kami, para guru. Semoga ke depan semakin banyak program untuk memberdayakan guru Indonesia," ujar Arie.

Masyarakat bisa turut berkontribusi memberikan bantuan bea hidup guru melalui program Sahabat Guru Indonesia melalui tautan http://bit.ly/ACTsahabatguruindonesia.*

Baca juga: ACT beri bantuan guru honorer di Malang Raya

Baca juga: ACT berikan santunan biaya hidup guru di Bone-Sulsel

Baca juga: Puluhan guru di Tasikmalaya dibantu ACT untuk biaya hidup

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar