Jakarta  (ANTARA News) - Minimnya sentimen positif yang masuk ke pasar saham membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa pagi ditutup turun 1,19 persen.

IHSG BEI sesi pagi ditutup turun 15,999 poin menjadi 1.329,309 dan indeks LQ45 melemah 4,246 poin atau 1,58 persen ke posisi 263,940.

PT Danareksa Sekuritas, dalam riset hariannya, mengatakan bahwa minimnya sentimen positif ke pasar saham telah membuat indeks BEI kembali tertekan.

Menurut Danareksa, minimnya sentimen ini membuat pasar BEI juga kelihatan sepi, hal ini terlihat dari transaksi yang terjadi hanya sebanyak 21.718 kali dengan melibatkan 532,906 juta saham dengan nilai Rp479,452 miliar.

Minimnya sentimen tersebut membuat arah indeks BEI lebih cenderung mengikuti pelemahan bursa AS dan regional.

Perekonomian global yang masih di tengah kekhawatiran terhadap laba perusahaan dan jatuhnya penjualan ritel, termasuk memburuknya nilai properti komersial AS dalam sebuah ekonomi yang terhuyung-huyung karena resesi berkepanjangan membuat bursa As dengan Indeks Dow Jones Industrial Average turun 59,18 poin (0,69 persen) menjadi 8.519,93 pada Senin malam.

Penurunan ini diikuti oleh bursa regional, seperti bursa Hongkong dengan indeks Hang Sengnya yang melemah 2,82 persen (411,71 poin) ke 14.210,67 dan bursa Singapura dengan Straits Times yang turun 1,15 persen (20,27 poin) ke level 1.738,70.

Kondisi ini membuat saham yang turun di BEI mendomonisasi sebanyak 92 dibanding yang naik 29, sedangkan 34 stagnan dan 302 tidak aktif diperdagangkan.

Beberapa saham unggulan yang melemah dan memimpin indeks turun diantaranya Astra Internasional yang anjlok Rp800 ke Rp10.300, Bank BRI melemah Rp175 ke level Rp4.350, Telkom terkikis Rp100 ke posisi Rp6.950 dan Bank BNI turun Rp30 menjadi Rp660. (*)

Copyright © ANTARA 2008