Kemarin, dari sistem TOSKA hingga WNI peserta observasi Corona pulang

Kemarin, dari sistem TOSKA hingga WNI peserta observasi Corona pulang

Suasana haru warnai kedatangan mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) dari China pascaobservasi di Natuna di bandara Juata, Tarakan, Minggu (16/02/2020). Antara/Susylo Asmalyah

Terdapat juga kisah Yusuf Azhar (21) bertahan selama dua pekan terisolasi di Wuhan, China, akibat wabah virus Corona
Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa dan kisah di Jakarta direkam dan disiarkan Kantor Berita Antara pada Sabtu (15/2), mulai dari sistem transparansi pajak TOSKA, hingga WNI peserta observasi Virus Corona pulang ke daerahnya masing-masing.

Berikut berbagai informasi yang disiarkan Antara pada Sabtu (15/2) dan masih layak dibaca untuk mengisi akhir pekan pada hari Minggu ini.

1. Pemprov dan Bank DKI luncurkan TOSKA

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bank DKI meluncurkan sistem pajak TOSKA (Tax Online System of Jakarta) untuk meningkatkan transparansi penerimaan pajak daerah, khususnya pajak hotel, restoran, tempat hiburan dan perparkiran.

Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi mengatakan peluncuran sistem TOSKA ini merupakan sebuah titik baru bagi sistem perpajakan dalam jaringan (daring), khususnya di wilayah DKI Jakarta dalam rangka meningkatkan layanan penerimaan pajak daerah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

2. WNI peserta observasi corona tiba di Halim melalui tiga kloter

Jakarta (ANTARA) - Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) peserta observasi virus Corona di Natuna, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dalam tiga kelompok penerbangan (kloter), Sabtu sore.

"Kami berangkat dari Natuna menggunakan tiga pesawat, dua pesawat Boeing dan satu pesawat Hercules TNI AU," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjawab pers, saat tiba bersama rombongan kloter pertama di Gedung Sasana Sanggala Praja Halim Perdanakusuma.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

3. Ayah WNI peserta observasi Natuna sempat kuatkan anaknya soal syahid

Jakarta (ANTARA) - Ayahanda dari Yusuf Azhar, seorang WNI peserta observasi Virus Corona di Natuna, Cik Anang, sempat menguatkan kepada anaknya dengan berpesan soal mati syahid kala putranya masih harus terisolasi di Wuhan, China.

"Pas tahu merebak virus Corona, saya bilang ke anak saya, untuk ibadah, saya ingatkan bahwa banyak yang meninggal karena kebanjiran, bukan karena virus, meninggal dimana saja. Kalau meninggal karena menuntut ilmu, itu syahid," kata Cik Anang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

4. WNI peserta observasi ingin kembali ke Wuhan

Jakarta (ANTARA) - Ibunda Yusuf Azhar, salah satu WNI peserta observasi Virus Corona di Natuna, Apriliya, mengatakan anaknya berkeinginan kembali ke Wuhan setelah kota asal virus COVID-19 tersebut dinyatakan sudah bersih.

"Saya tanya gimana ke dia, katanya dia ingin ke Wuhan setelah semuanya dinyatakan aman," kata Apriliya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

5. Ini cara WNI bertahan dari wabah Corona di Wuhan

Jakarta (ANTARA) - Warga Negara Indonesia (WNI), Yusuf Azhar (21), berkisah tentang kehidupannya selama dua pekan terisolasi di Wuhan, China, akibat wabah virus Corona.

"Waktu Wuhan 'lockdown' (terisolasi), kami sebenarnya was-was. Meski jasmani sehat, tapi rohani kami ingin segera balik ke Tanah Air," katanya usai tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu sore.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

6. Pemerintah janji akan bantu urusan WNI di Wuhan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyatakan pemerintah berjanji akan membantu urusan-urusan WNI di Wuhan, China, menyusul pemulangan ratusan WNI dari negara itu karena merebaknya virus Corona (COVID-19).

"Pemerintah akan sangat membantu, Menko PMK juga sudah memberi tahu bahwa pemerintah akan bertanggung jawab membantu, tergantung mereka itu dalam posisi apa," kata Terawan kepada pers, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

7. Menkes sebut masker paling efektif bagi orang sakit

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut masker paling efektif digunakan oleh orang sakit dan kurang efektif bagi yang sehat, menyusul melonjaknya harga barang itu di sejumlah daerah Tanah Air.

"Tidak usah (pakai) masker, itu untuk yang sakit. WHO (organisasi kesehatan dunia) juga sudah bilang bahwa tidak ada gunanya. Masker itu untuk yang sakit agar tidak menulari orang lain, tapi yang sehat tidak perlu," kata Terawan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Liga Muslim Dunia bantu Rp4,3 miliar untuk tangani COVID-19 di Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar