Bupati dan Wali Kota Bogor bicarakan porsi buang sampah di Galuga

Bupati dan Wali Kota Bogor bicarakan porsi buang sampah di  Galuga

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Bupati Bogor Ade Yasin, membicarakan soal pembuangan akhir sampah, di Balai Kota Bogor, Senin (17/2/2020). (Antaranews/Riza Harahap)

Ade Yasin menambahkan, kunjungannya ke Wali Kota Bogor untuk memusyawarahkan agar porsi pembuangan sampah itu dapat direvisi, karena masih banyak sampah dari Kabupaten Bogor yang belum bisa dibuang di TPAS
Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Ade Yasin melobi Wali Kota Bogor Bima Arya soal pembuangan sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga di Kabupaten Bogor agar porsi dari Kabupaten Bogor bisa ditingkatkan.

"Porsi pembuangan sampah dari kota dan Kabupaten Bogor diatur oleh Provinsi Jawa Barat, tapi porsi itu masih kurang untuk Kabupaten Bogor," kata Ade Yasin, usai bertemu dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Balai Kota Bogor, Senin sore.

Menurut Ade Yasin, Pemerintah Kota Bogor memiliki lahan luas yakni sekitar 38 hektar, sedangkan Kabupaten Bogor lahannya hanya sekitar empat hektar, karena itu porsi Kota Bogor bisa membuang sampah sampai 800 ton, sedangkan Kabupaten Bogor membuang sampah hanya sekitar 600 ton.

Padahal, kata Ade, produksi sampai di seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor sampai sekitar 2.800 ton per hari. "Kalau pembuangan sampah dari Kabupaten Bogor hanya 600 ton, maka masih banyak sampai yang harus ditangani," katanya.

Ade Yasin menambahkan, kunjungannya ke Wali Kota Bogor untuk memusyawarahkan agar porsi pembuangan sampah itu dapat direvisi, karena masih banyak sampah dari Kabupaten Bogor yang belum bisa dibuang di TPAS.

Di sisi lain, Ade Yasin juga membicarakan soal pengolahan sampah di TPAS Galuga dan Nambo, agar bisa bermanfaat untuk kebutuhan lain dan tidak terjadi penumpukan sampah.

"Kalau sampah dari Kabupaten yang nisa dibuang cuma 600 ton, yang lain mau dibuang ke mana? Kita minta agar porsi itu direvisi. Tidak pakai porsi, bisa bisa membuang sampah bersama," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, dirinya dan Ade Yasin terus berkomunikasi soal pembuangan sampah dan akhirnya bertemu untuk berbicara langsung.

Baca juga: Hadapi musim hujan, Kota Bogor aktifkan Satgas Ciliwung

Baca juga: Pemadaman TPA Antang 15 jam sisakan polusi asap

Baca juga: Volume sampah Kota Bekasi naik 200 ton per hari setelah Lebaran


"Saya dan Bu Ade membangun kesepakatan untuk pembuangan sampah dan pengolahan sampah di TPAS Galuga. Lahan milik Kota Bogor ada 38 hektar dan Kabupaten Bogor ada empat hektar, kita garap bersama," katanya.

Menurut Bima, bicara soal sampah di TPAS Galuga, jangan terus-menerus hanya dilakukan "open dumping" tapi harus dicari teknologi yang efektif. "Kta cari teknologi apa yang efektif untuk dimanfaatkan bersama," katannya.

Soal porsi pembuangan sampah, menurut dia, pada pekan ini kita akan bahas bersama antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Porsi Pemerintah Kota Bogor akan dikurangi tidak 800 ton, serta porsi Kabupaten Bogor akan dinaikkan tidak 600 ton. Kita akan usulkan ke Provinsi Jawa Barat pada pekan ini," katanya.

Menurut Bima, Staf Gubernur Jawa Barat sudah menghubungi dirinya dan mengatakan desainnya sudah selesai. "Kita akan diundang ke Bandung untuk membahas hal tersebut," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar