ASBANDA: DPK BPD seluruh Indonesia capai Rp576 triliun

ASBANDA: DPK BPD seluruh Indonesia capai Rp576 triliun

Karyawati Bank DKI menunjukkan buku Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) Bank sebagai produk tabungan menguntungkan dengan akses luas serta diikutkan pada Undian Nasional Simpeda Periode II Tahun 2020 dengan total hadiah Rp6 miliar yang akan digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia pada Sabtu (22/2/2020) di Ancol, Jakarta Utara. (ANTARA/HO/Humas Bank DKI)

DPK per September Tahun 2018 tercatat sebesar Rp514 triliun naik 12,06 persen menjadi Rp576 triliun September Tahun 2019
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mencatatkan adanya peningkatan Dana Pihak Ketiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia secara kumulatif.

"DPK per September Tahun 2018 tercatat sebesar Rp514 triliun naik 12,06 persen menjadi Rp576 triliun September Tahun 2019," kata Direktur Eksekutif Asbanda, Wimran Ismaun kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Bank DKI dinilai berperan sinergikan BUMD untuk pembangunan Jakarta

Jika ditilik berdasarkan kekuatan DPK bank nasional, Wimran menyampaikan posisi DPK BPD seluruh Indonesia berada pada peringkat keempat DPK nasional per September 2019.

Dari sisi aset BPD se-Indonesia yang tergabung dalam Asbanda juga semakin membaik dibuktikan dengan empat bank yang masuk dalam buku III, salah satunya Bank DKI, BPD yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta yang memiliki asset Rp50,2 triliun per September 2019.

Dengan kenaikan indikator-indikator bank sehat itu, Asbanda optimis BPD se-Indonesia dapat mengerjakan proyek-proyek strategis nasional (PSN).

"Kenaikan DPK hingga aset BPD menjadi nilai tawar dan perhatian pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada BPD mengerjakan PSN di daerah," jelas Wimran.

Baca juga: Bank DKI-LRT tandatangani kesepakatan penggunaan layanan keuangan

Optimisme itu kata dia, dikarenakan kekuatan perbankan daerah BPD se-Indonesia semakin baik setiap tahunnya. Wimran menyatakan dalam melaksanakan PSN di daerah, bukan semata dilakukan BPD di daerah tersebut. Tetapi proyek itu dilakukan secara kolaborasi dengan BPD seluruh Indonesia.

Undian Simpeda Nasional

Untuk meningkatkan DPK BPD SI, Asbanda selaku wadah bagi Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia menggelar perhelatan akbar Panen Rejeki Bank BPD periode ke II Tahun XXX-2020 yang merupakan program Undian Tabungan Simpeda yang digelar pada tingkat nasional.

Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) merupakan produk tabungan yang menguntungkan dengan akses luas serta diikutkan dalam undian lokal maupun nasional dengan total hadiah Rp6 miliar.

Baca juga: Pemprov dan Bank DKI luncurkan TOSKA

Untuk periode ini Undian Tabungan Simpeda Nasional dipercaya sebagai tuan rumah adalah Bank DKI. Asbanda menyebutkan, salah satu strategi untuk meningkatkan DPK BPD se Indonesia adalah melalui kegiatan Penarikan Undian Simpeda Nasional yang digelar setiap tahun.

"Simpeda ini diputar setiap tahun dua kali. Tahun ini tuan rumahnya DKI Jakarta," tutur Wimran.

Menurut Wimran, dalam rangka meningkatkan DPK, Asbanda mengadakan apresiasi kepada penabung dengan Undangan Tabungan Simpeda Nasional. Melalui program penarikan undian Simpeda, Wimran berharap dapat meningkatkan aset BPD seluruh Indonesia.

Baca juga: Bank DKI libatkan diri dalam program pangan murah

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini menyampaikan Bank DKI sebagai tuan rumah dan peserta program Panen Rejeki BPD SI berharap dapat mensukseskan penyelenggaraan Panen Rejeki BPD.

Herry juga menambahkan selain penarikan undian, juga akan diselenggarakan Seminar Nasional BPD SI dengan tema Sinergi BUMD di DKI Jakarta.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Undian Nasional Simpeda dengan hadiah hingga Rp6 miliar digelar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar