Tips bikin jurnal travel lucu ala Dinda Puspitasari

Tips bikin jurnal travel lucu ala Dinda Puspitasari

Jurnal travel (ANTARA/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Punya keinginan untuk melancong ke suatu tempat? Daripada dipendam dalam hati, coba menuangkan harapan itu dalam tulisan dan gambar-gambar menarik dalam jurnal.

Ilustrator Dinda Puspitasari adalah salah satu yang melakukannya. Perempuan di balik gambar-gambar menarik buku blogger fashion Diana Rikasari “88LOVELIFE” ini menulis catatan seputar perjalanan yang dihiasi ilustrasi lucu.

“Aku tempel foto atau destinasi favorit di bagian depan untuk motivasi,” kata Dinda di acara kampanye Sisterhood Empowernment Lock&Lock di Jakarta, Kamis.

Setelah itu, dia menulis daftar tempat impian yang ingin dituju, di dalam atau luar negeri.

Tiga tempat teratas adalah tujuan yang paling ingin disambangi. Agar lebih menarik, tambahkan ilustrasi atau stiker. Jika tidak pandai menggambar, ambil saja foto tempat tersebut di Internet, cetak dan tempel di halaman jurnal.
 
Jurnal travel milik ilustrator Dinda Puspitasari (ANTARA/Nanien Yuniar)


Baca juga: Tahun baruan ke Anyer atau Bandung naik helikopter, berapa ongkosnya?

Baca juga: Kenapa banyak garis merah dan kuning di fasilitas publik Jepang?


Halaman berikutnya, masukkan daftar tempat spesifik dari tujuan wisata. Misalnya, taman, museum, kastil hingga kafe yang ingin didatangi. Cari inspirasi dari mana saja, termasuk pengalaman teman atau media sosial.

“Halaman ketiga, buat rincian itinerary di tempat itu,” lanjut dia.

Dinda biasanya membuat kotak-kotak sesuai jumlah hari di atas lembar kosong. Ia akan mengisinya dengan daftar tempat yang akan dituju setiap hari.

Sesuaikan dengan preferensi masing-masing. Ada yang suka menjelajahi banyak tempat dalam sehari, ada juga yang lebih suka menikmati waktu lebih panjang di satu tempat.

“Terakhir, travel checklist. Yang wajib dibawa buat jalan-jalan atau perjalanan bisnis,” lanjut Dinda.

Daftar ini terdiri dari busana yang akan dibawa, perlengkapan mandi, produk perawatan tubuh, tas jinjing, botol air hingga pengisi daya gawai.

Menuliskan baju-baju yang akan dibawa biaa menyiasati agar barang bawaan tidak berlebihan.

Dia bisa menghitung berapa banyak baju yang bisa dipadupadan, atau warna apa saja yang dibawa agar cocok untuk dikombinasikan menjadi macam-macam tampilan sepanjang perjalanan.

Semakin sering melancong, Dinda bisa berkemas lebih ringkas karena tahu apa saja benda yang betul-betul dibutuhkan. Dia biasa membawa koper ukuran kabin untuk bepergian, termasuk ketika musim dingin.

Menuliskan daftar wajib yang harus dibawa saat bepergian memudahkannya acap kali akan berkemas sehingga tak ada yang ketinggalan.

“Ini sangat bantu buat traveling. Aku juga punya pouch isi sabun, sampo dan lain-lain yang bentuknya botol mini yang selalu dibawa untuk travel.”

Dinda saat ini sedang mengampanyekan Sisterhood Empowernment melalui stiker berisi gambar dan kutipan inspiratif untuk mencintai diri sendiri. Kampanye bersama Lock&Lock ini akan diluncurkan pada 27-29 Februari di platform Lazada untuk menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret.

Baca juga: Singapura akan jor-joran promosi setelah pulih dari virus corona

Baca juga: Hadapi virus corona, Singapura tetap sambut wisatawan Indonesia

Baca juga: Menjajal naik kapal pesiar Sapphire Princess ke Negeri Jiran

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Larangan umrah belum berdampak bagi agen travel di Aceh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar