Kementerian Kesehatan kirim tim pendukung ke Sebaru Kecil pada Rabu

Kementerian Kesehatan kirim tim pendukung ke Sebaru Kecil pada Rabu

Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso bersandar di Dermaga Madura, Komando Armada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020). Pemerintah akan menjemput 188 WNI di Kapal World Dream menggunakan KRI dr Soeharso dan kemudian menjalankan prosedur observasi pada mereka di Pulau Sebaru Kecil dalam upaya mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan akan mengirimkan tim pendukung pelaksanaan observasi terhadap 188 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Rabu siang.

"Kita merencanakan sekitar Rabu siang seluruh tim pendukung kita dorong ke sana, di dalamnya termasuk tim kesehatan yang jumlahnya sekitar 30 orang," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto dalam video konferensi dengan wartawan di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa.

Tim dari Kementerian Kesehatan selama 14 hari akan mendukung kegiatan observasi terhadap 188 WNI awak kapal pesiar Dream World di Pulau Sebaru Kecil.

Menurut Achmad Yurianto, tim tersebut mencakup tim kesehatan lingkungan yang bertugas memastikan kesehatan lingkungan di sekitar fasilitas observasi, termasuk menangani sampah serta memantau kualitas makanan dan mengawasi kegiatan dapur.

Selain mengirim petugas medis, Kementerian Kesehatan mengirim tim surveilans yang akan memantau kondisi WNI yang menjalani observasi serta mengumpulkan data berkenaan dengan kondisi mereka.

Pemerintah akan menjemput 188 WNI yang berada di kapal pesiar World Dream menggunakan KRI dr Soeharso di Selat Durian, Kepulauan Riau, pada 26 Februari. Dari sana, kapal rumah sakit itu akan bergerak menuju Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu dan diperkirakan tiba di Sebaru Kecil pada 28 Februari.

KRI dr Soeharso tidak akan merapat di dermaga Sebaru Kecil, tapi melepas jangkar di dekat pulau itu.

"Kita akan fungsikan sebagai rumah sakit atau fasilitas rujukan manakala ada layanan kesehatan yang lebih intensif untuk yang diobservasi," kata Achmad Yurianto.

WNI dari World Dream akan mengikuti prosedur observasi yang sama dengan WNI yang dievakuasi dari pusat wabah COVID-19 di Wuhan, China, karena mereka sudah mendapatkan sertifikat sehat dari otoritas Hong Kong.

Kondisi mereka berbeda dengan 78 WNI di kapal pesiar Diamond Princess yang menurut rencana akan menjalani observasi dalam waktu dua kali lebih lama setelah dievakuasi karena sembilan orang di antaranya dinyatakan positif terserang COVID-19.

Baca juga:
TNI kirim 191 personel kesehatan ke Pulau Sebaru untuk siapkan observasi WNI
Pemerintah sudah siapkan fasilitas di Sebaru Kecil untuk observasi WNI

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dekontaminasi kawasan observasi dilakukan selama sepekan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar