"Panggil saja Harry", pangeran jalani tugas akhir kerajaan

"Panggil saja Harry", pangeran jalani tugas akhir kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Pangeran Harry dari kerajaan Inggris memulai serangkaian tugas kerajaan terakhir dengan suasana informal, menegaskan pada hadirin yang mendengarkan pidatonya tentang wisata berkelanjutan di Edinburgh untuk memanggilnya Harry.

Dilansir Reuters, cucu Ratu Elizabeth dan istrinya Meghan Markle telah mengumumkan akan mundur dari tugas mereka di kerajaan bulan depan demi menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika Utara.

Meski Harry takkan lagi dipanggil Yang Mulia, dia masih seorang pangeran.

Namun sebelum bicara di hadapan para hadirin, Rabu (26/2), pembawa acara Ayesha Hazarika mengatakan kepada para delegasi, "Dia dengan jelas meminta kita untuk memanggilnya Harry saja."

Baca juga: Harry dan Meghan Markle tak boleh lagi pakai kata "royal"?

Baca juga: Nasib Harry dan Meghan setelah melepas gelar kerajaan

Harry dan Meghan beberapa pekan ini berada di Kanada bersama putra mereka Archie, namun Harry kembali ke Inggris, Selasa, kata media lokal.

Pada Jumat, dia akan mengunjungi studio Abbey Road di London, tempat Beatles merekam 11 dari 13 albumnya, untuk bertemu Jon Bon Jovi dan paduan suara Invictus Games yang akan merekam lagu untuk amal.

Perjalanannya ke Inggris tak lama setelah muncul berita ia dan Meghan takkan memakai kata "royal" dalam branding mereka, setelah diskusi bersama keluarga kerajaan tentang bagaimana pasangan itu akan tampil di hadapan publik di masa depan.

Harry telah bicara tentang rasa sedihnya karena harus meninggalkan tugas kerajaan, mengatakan ia tak punya pilihan lain bila dia dan Meghan, aktris Amerika, ingin punya masa depan yang bebas dari usikan media.

Baca juga: Putri Anne akan ambil alih tugas Pangeran Harry di militer kerajaan

Baca juga: Ratu Elizabeth restui Harry dan Meghan yang ingin mandiri

Baca juga: Pangeran Harry mencari "kehidupan lebih damai", tinggalkan istana

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar