Wapres imbau masyarakat jangan "panic buying"

Wapres imbau masyarakat jangan "panic buying"

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Kantor Wapres Jakarta, Rabu (4/3/2020). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

Masyarakat tidak perlu panik hingga kemudian memborong ini dan memborong itu. Saya kira itu tidak perlu, karena Pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebutuhan-kebutuhan dalam jangka panjang,
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja kebutuhan sehari-hari secara berlebihan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 karena Pemerintah telah memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi.

"Masyarakat tidak perlu panik hingga kemudian memborong ini dan memborong itu. Saya kira itu tidak perlu, karena Pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebutuhan-kebutuhan dalam jangka panjang," kata Ma'ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Rabu.

Baca juga: Paspampres wajibkan pemeriksaan suhu tubuh di Kantor Wapres

Wapres menjelaskan Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi penyebaran virus corona, antara lain memperketat akses masuk warga negara asing dan warga negara Indonesia dari luar negeri serta menyiapkan ratusan rumah sakit dengan fasilitas isolasi sesuai standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO).

"Memperketat dengan berbagai upaya pemeriksaan, bahkan mungkin juga kita akan menerapkan sertifikasi bebas korona, dan kita juga akan meneliti jejak perjalanan kemana saja dia (WNA) dan dari mana saja," ucapnya menjelaskan.

Wapres Ma'ruf juga menyebutkan Pemerintah telah menyiagakan 135 rumah sakit di seluruh daerah untuk menangani pasien-pasien terduga terjangkit virus corona sehingga penyebarannya dapat dihambat.

Baca juga: Wapres: Kerugian karena Covid-19 dialami banyak negara

"Pemerintah sudah menyiapkan antisipasi penanganan kasus, kalau terjadi; sudah 135 RS yang dilengkapi dengan kamar isolasi yang memenuhi standar atau protokol WHO kalau terjadi apa-apa," ujarnya.

Kelangkaan sekaligus kenaikan harga masker dan cairan sterilisasi tangan terjadi di beberapa daerah di Indonesia menyusul adanya WNI yang terjangkit Covid-19 di Jawa Barat. Kenaikan harga itu terjadi akibat masyakarat membeli dalam jumlah besar sebagai bentuk kekhawatiran dan antisipasi terjangkit virus corona.

Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto menekankan bahwa penggunaan masker tidak efektif untuk menangkal virus. Perilaku hidup sehat dan menjaga imun tubuh lebih efektif mencegah penyakit daripada menggunakan masker.

Baca juga: Indonesia hormati kebijakan Arab Saudi menutup akses bagi WN asing

Baca juga: Wapres: Pulau Sebaru Kecil lebih aman untuk karantina dari Covid-19


Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar