Kasus COVID-19 masih bertambah, lima negara laporkan kasus pertama

Kasus COVID-19 masih bertambah, lima negara laporkan kasus pertama

Warga Iran memakai masker pelindung saat berjalan di sebuah jalan di Kota Tehran, Iran, Selasa (25/2/2020). Iran menjadi negara kedua setelah China yang melaporkan jumlah kematian tertinggi akibat COVID-19, yang pertama kali merebak pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China. (West Asia News Agency via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kasus penularan COVID-19 per 5 Maret 2020 bertambah menjadi 95.333 kasus dan sebagian berasal dari lima negara atau wilayah yang baru pertama melaporkan kasus infeksi virus corona baru menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengenai situasi terkini penyebaran corona.

Menurut laporan WHO yang dikutip Jumat pada 5 Maret ada 2.241 laporan kasus baru COVID-19 dengan perincian 143 kasus dilaporkan di China dan 2.098 kasus dilaporkan di 85 negara di luar China.

China melaporkan total 80.565 kasus dan 3.015 kematian akibat COVID-19. Sedangkan di luar China, secara keseluruhan ada 14.768 kasus infeksi virus corona yang dilaporkan di 85 negara dan menyebabkan 267 kematian.

Menurut WHO, pada 5 Maret ada lima negara atau wilayah yang melaporkan kasus COVID-19 pertama yaitu Bosnia dan Herzegowina, Gibraltar, Hungaria, Slovenia, dan wilayah Palestina.

Di kawasan Pasifik Barat, kasus penularan virus corona baru paling banyak dilaporkan di Korea Selatan dengan total 5.766 kasus disusul Jepang Jepang (317), Singapura (110), Malaysia (50), Australia (66), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1), Selandia Baru (2). Korea Selatan pada Kamis (5/3) melaporkan paling banyak kasus baru (438) disusul Jepang (33).

Sementara di wilayah Asia Tenggara, kasus penularan virus corona dilaporkan di Thailand (47), India (29), Indonesia (2), Nepal (1), dan Sri Lanka (1).

COVID-19 juga menyebar di negara-negara di Benua Amerika, termasuk Amerika Serikat (129), Kanada (30) , Ekuador (7), Meksiko (5), Brasil (3), Argentina (1), Chili (1), dan Republik Dominika (1). 

Wilayah Eropa juga menghadapi penularan virus corona. Italia pada Kamis (5/3) melaporkan total 3.089 kasus, bertambah 587 kasus dari sebelumnya.

Kasus COVID-19 juga dilaporkan di Prancis (282), Jerman (262), Spanyol (198), Inggris (89), Swiss (56), Norwegia (56), Belanda (38), Austria (37), Swedia (35), Islandia (26), Israel (15), Kroasia (9), Belgia (23), Denmark (10), San Marino (16), Finlandia (7), Yunani (7), Ceko (5), Rumania (4), Azerbaijan (3), Georgia (3), dan Rusia (3).

Penularan virus corona juga terjadi di Irlandia (2), Portugal (7), Belarusia (6), Ceko (5), Rumania (4), Azerbaijan (3), Georgia (3), Bosnia dan Herzegowina (2), Estonia (2), Hungaria (2), Irlandia (2), serta Andorra, Armenia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Slovenia, Monaco, Makedonia Utara, Polandia, dan Ukraina yang masing-masing melaporkan satu kasus.

Selain itu kasus penularan corona dilaporkan di Kuwait (58), Bahrain (49), Irak (36), Uni Emirat Arab (27), Lebanon (13), Oman (15), Qatar (8), Pakistan (5), Mesir (2), Afghanistan (1), Jordan (1), Maroko (2), Arab Saudi (2), Tunisia (1), serta wilayah Palestina (1).

Iran juga menghadapi penyebaran COVID-19. Iran melaporkan total 2.992 kasus infeksi virus corona pada Kamis (5/3), bertambah 586 kasus dari haru sebelumnya.

Kasus penyakit baru itu juga dilaporkan di Aljazair (12), Nigeria (1), dan Senegal (4) di wilayah Afrika.

Selain itu, penularan COVID-19 dilaporkan terjadi di Kapal Diamond Princess. Total ada 706 kasus infeksi virus corona yang dilaporkan terjadi di dalam kapal pesiar tersebut.

Menurut laporan WHO, kematian akibat COVID-19 di luar China paling banyak dilaporkan di Italia (107) disusul Iran (92), Korea Selatan (35), Jepang (6), Kapal Diamond Princess (6), Prancis (4), Australia (3), Irak (2), Spanyol (1), dan Filipina (1).

Indonesia melaporkan dua kasus positif COVID-19. Hingga Kamis (5/3), Indonesia telah memeriksa 156 spesimen pasien dari 35 rumah sakit di 23 provinsi dengan hasil dua positif, dan sisanya negatif. 

Baca juga:
Dokter jelaskan alasan pasien bisa sembuh dari COVID-19 walau belum ada obat
IDI: tidak bersalaman hanya cocok di daerah wabah COVID-19

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Senam bersama pasien reaktif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar