Surkensonik ajak pendengar berdansa dalam kegelapan lewat "Sancamara"

Surkensonik ajak pendengar berdansa dalam kegelapan lewat "Sancamara"

Band psychedelic rock Surkensonik. (HO)

Jakarta (ANTARA) - Band indie Surkensonik belum lama ini merilis lagu baru kedua berjudul "Sancamara", setelah sebelumnya pada November 2019 mengeluarkan single pertama berjudul "Kala".

"Sancamara" merujuk pada kiasan yang berarti memburu, menyerang, menyergap, hingga menyebabkan kematian.

Kata “Sanca” di ambil dari jenis ular piton yang merupakan predator penyergap, yang sabar menanti mangsanya sambil menyamar di antara dedaunan, dan secara tiba-tiba menyerang mangsa di hadapannya. Sedangkan “Mara” di dalam bahasa Sansekerta berarti mati.

“Kami mengajak para penikmat musik untuk berdansa di dalam kegelapan yang menakutkan, seperti akan diserang oleh sebuah pemangsa, tapi kita kita harus melawan," kata Surkensonik dalam siaran persnya, Minggu.

Baca juga: Kelompok Penerbang Roket rilis lagu baru "Dikejar Setan"

Baca juga: "Fiksi yang Indah", lagu baru LYON bareng Danilla


Proses pembuatan musik dan lirik dikerjakan selama kurang lebih tiga tahun oleh Rendi Jams (Ex Founder Surkensonik), Alex Gurion (vokal dan gitar), dan Ariel Shimron (drum dan vokal).

Menururt Ariel Shomron, lagu ini mengingatkannya dengan film "Stranger Things". Riff dari "Sancamara", memiliki kesan seperti berada di dalam gelap dan ketakutan, tapi harus melawan dan mengalahkan rasa takut itu.

Selain itu, melodi di lagu ini dibantu oleh Beby Fisher (Aestees, Durant Club) yang kian menambahkan warna pada lagu sehingga menjadi semakin matang. Pengerjaan karya seni untuk lagu "Sancamara" dilakukan oleh Gandhi Rasefour.

Melalui "Sancamara", Surkensonik berharap dapat memberikan dampak yang unik bagi pendengarnya. Lagu ini sudah bisa didengarkan dan dinikmati di seluruh layanan musik digital.

Baca juga: Sic Mynded bangkit dari tidur panjang dengan lagu baru "Peace Within"

Baca juga: Sajama Cut rilis lagu baru bahasa Indonesia dalam format kaset

Baca juga: SkaScoot rilis mini album berisi tujuh lagu

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mahasiswa UB Malang lahirkan game indie

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar