AAJI: Gejolak IHSG tak pengaruhi investasi di industri asuransi jiwa

AAJI: Gejolak IHSG tak pengaruhi investasi di industri asuransi jiwa

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon bersama jajaran pengurus ketika memaparkan kinerja industri asuransi jiwa di Jakarta, Rabu (11/3/2020). (ANTARA/Dewa Wiguna)

Justru kalau harga saham turun, produksi kita lebih baik karena banyak orang top up untuk menambah porsi saham
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, namun penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh. 

"Asuransi itu sifatnya jangka panjang, kami tidak over reacted, klien juga rata-rata tidak over reacted, artinya tidak melihat harga saham turun, mereka langsung berduyun-duyun switching, tidak seperti itu," kata Ketua Bidang Aktuaris dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan di Jakarta, Rabu.

AAJI mencatat selama tahun 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, kemudian pasar saham (31,9 persen), surat berharga negara atau SBN (15,3 persen), dan deposito (4,5 persen).

Menurut dia, berdasarkan pengalaman sebelumnya bahkan ketika krisis finansial tahun 2008 ketika harga saham merosot, justru menjadi waktu yang bagus untuk membeli saham karena harga yang rendah.

Baca juga: IHSG anjlok, Wamen BUMN: Kita akan galang dapen masuk ke pasar saham

"Justru kalau harga saham turun, produksi kita lebih baik karena banyak orang top up untuk menambah porsi saham," katanya.

Pihaknya juga meyakinkan kepada para nasabah bahwa kondisi pasar saham akan kembali stabil dan tidak akan banyak perubahan signifikan dari sisi komposisi penempatan investasi.

Baca juga: IHSG Rabu sore jatuh 1,28 persen, dipicu adanya korban akibat Corona

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan nasabah yang membeli produk asuransi proteksi tidak terpengaruh dengan pergerakan IHSG karena bersifat jangka panjang.

Sedangkan untuk produk proteksi sekaligus investasi, merupakan waktu yang tepat untuk membeli karena harga per unit dalam asuransi unit link itu menjadi murah, meski ia mengakui ada juga sebagian nasabah yang menunda untuk membeli.

"Akan ada (nasabah) membeli nanti, menunggu (saham) naik, tapi akan ada yang tetap membeli karena fokus ke proteksi dan akan ada yang tetap membeli karena waktu yang tepat mengingat harga lagi rendah," katanya.

Baca juga: IHSG awal pekan anjlok hingga 6 persen lebih

 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar